PONOROGO – Siapa yang menyangka, Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, tepatnya di Dusun Sukosewu, pernah menjadi tempat persinggahan Pangeran Diponegoro dan ribuan prajuritnya.
Di lokasi ini ada ribuan pohon berbagai jenis yang tumbuh subur. Bahkan ada satu pohon besar, tepat berada di tengah area yang diyakini sebagai tempat persinggahan Pangeran Diponegoro.
Kepala Desa Sukorejo, Supriyanto, saat ditemui mengatakan, tempat ini memang diyakini sebagai tempat persinggahan Pangeran Diponegoro dan pasukannya untuk menambatkan kuda saat hendak bertempur. “Diperkirakan Sukosewu ini ada dari tahun 1825-1830, lalu,” jelasnya, Minggu (15/10/2017).
Sukosewu merupakan area yang ditumbuhi berbagai pohon, terutama pohon Asoka yang jumlahnya ribuan. Karenanya, disebut Sukosewu, yang artinya seribu pohon Asoka. Selain pohon Asoka, juga ada pohon Trembesi dan pohon Prih. Meski tidak pernah ada reboisasi, pohon-pohon ini selalu ada yang tumbuh baru sedangkan yang berusia tua tumbang dengan sendirinya.
“Di tengah Sukosewu, ada Linggayon (Lingga-Yoni), namanya. Seperti alu dan lumpang dari batu,” cakapnya.
Alat menumbuk di Ponorogo disebut alu dan lumpang. Alu sebagai alat penumbuk dan lumpang sebagai wadahnya. Uniknya, alu dan lumpang ini juga disertai pahatan yang diyakini sebagai jalan cerita Sukosewu. Namun, sayangnya dulu sempat tidak terawat, akhirnya alunya hilang dan lumpangnya pecah jadi berkeping-keping. “Kepingannya ada di bawah pohon paling besar yang di tengah itu,” jelasnya.
Menurutnya, potensi wisata yang besar ini harus dimanfaatkan dengan maksimal. Apalagi ada nilai sejarahnya. “Karena desa kami termasuk desa wisata, kami juga merangkul berbagai pihak untuk memajukan Sukosewu ini supaya lebih dikenal,” pungkasnya.