Israel-Saudi Dibelakang Sikap Anti Iran Donald Trump

TEHERAN – Pidato anti-Iran yang disampaikan Presiden AS Donald Trump dipengaruhi oleh pelobi dari Israel dan Arab Saudi.

Ketua Parlemen Iran Ali Larijani menyebut, rejim Zionis Israel dan beberapa negara seperti Arab Saudi telah memainkan peran besar dalam menulis pidato Trump. “Israel membimbing Dia (Trump),” kata Larijani, Senin (16/10/2017).

Larijani mengatakan retorika agresif presiden AS tersebut bertujuan menyulut keributan. Termasuk berupaya mencegah kerja sama ekonomi internasional dengan Iran.

Pada Jumat (13/10/2017), presiden AS Donald Trump menolak untuk mensahkan kesepakatan nuklir internasional Iran. Trump malah menuduh Teheran menaja terorisme. Dan Amerika Serikat menghalangi semua jalan Iran ke senjata nuklir.

Kemudian Arab Saudi dan Israel menyambut baik strategi baru tersebut ke arah Iran, yang diumumkan oleh Trump. Sementara Iran bersikeras program nuklirnya bertujuan sipil.

Gedung Putih menyatakan, Trump menekankan kemitraan negerinya dengan Arab Saudi dan Dewan Kerja Sama Teluk secara keseluruhan untuk menangkal kegiatan Iran untuk merusak kestabilan di wilayah itu.

Dalam percakapan telepon dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz As-Saud pada Sabtu, Trump berterima kasih atas dukungan Riyadh. Termasuk dukungan terjadap visi mengenai strategi barunya terhadap Iran.

Trump juga menekankan pentingnya Dewan Kerja Sama Teluk. “Dibutuhkan dalam rangka menanggulangi kegiatan Iran yang merusak kestabilan di Suriah, Yaman, Irak dan tempat lain di wilayah tersebut,” tambah Gedung Putih.

Menurut pernyataan Gedung Putih, Raja Arab Saudi memuji strategi Trump mengenai Iran. Dan berjanji akan mendukung kepemimpinan Amerika. Kedua pemimpin itu juga membahas berbagai cara kedua negara tersebut untuk memerangi kelompok teror dan menanggulangi ekstremisme.

Tindakan Trump untuk tidak mensahkan kesepakatan nuklir Iran takkan membuat Amerika Serikat keluar dari kesepakatan nuklir tersebut pada saat ini. Tapi itu akan membuka jendela 60-hari bagi Kongres AS untuk memberlakukan kembali sanksi yang berkaitan dengan nuklir atas Iran, langkah yang akan berarti pelanggaran terhadap kesepakatan nuklir oleh pihak AS.

Iran dan enam negara besar yakni Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia, Tiongkok, Jeman pada 2015 lalu t elah mencapai kesepakatan nuklir bersejarah. Kesepakatan tersebutlah yang dikecam oleh Trump.

Sebagai reaksi, Presiden Iran Hassan Rouhani meremehkan pernyataan agresif Trump mengenai komitmen Iran pada kesepakatan nuklir internasional 2015 serta program rudal balistik Teheran. (Ant)

Lihat juga...