Inggris Butuh 1.200 Petugas Pencatatan WN Pasca-Brexit

LONDON – Inggris akan membutuhkan 1.200 petugas pemerintahan untuk membantu pencatatan data warga negara-negara anggota Uni Eropa. Pencatatan dibutuhkan untuk warga Eropa yang tinggal di Inggris setelah negara itu memisahkan diri dari EU pada 2019 nanti.

Pemerintah sejauh ini telah merekrut 700 petugas dan akan menambah jumlah tersebut sebanyak 500 orang lagi. “Mereka akan dikerahkan untuk menjalankan sistem mulai akhir tahun depan,” kata Menteri Dalam Negeri Amber Rudd dihadapkan sebuah komite parlemen, Selasa (17/10/2017).

Disebutkan, Kementerian Keuangan Inggris telah menyediakan dana sebesar 50 juta pound atau sekitar Rp793 miliar untuk membantu pembiayaan penyelenggaraan program tersebut, kata Rudd. Dan saat ini ujicoba sudah mulai dilakukan untuk mendaptkan system pendataan yang tepat.

Percobaan untuk menjalankan system disebut Rudd dilakukan secara bertahap. “Kami akan melakukan uji coba serta menjalankan sistem ini secara bertahap untuk memastikan seluruh system bisa  berjalan dengan baik,” tambah Rudd.

Status hukum dan hak-hak yang dimiliki warga negara-negara Uni Eropa merupakan salah satu masalah yang semakin mengganjal dalam pemisahan Inggris yang pelik dari kelompok Uni Eropa. Ada sekitar tiga juta warga negara-negara anggota Uni Eropa yang saat ini tinggal di Kerajaan Inggris. (Ant)

Lihat juga...