LONDON – Everton resmi memecat manajer Ronald Koeman, Senin (23/10/2017). Pemecatan dilakukan sebagai imbas setelah tim tersebut turun ke zona degradasi papan kelasemen Liga Inggris menyusul kekalahan 2-5 oleh Arsenal.
Koeman mengambil posisi manajer Arsenal 16 bulan lalu dan menghabiskan jumlah uang yang signifikan untuk memperbaiki timnya pada jendela transfer lalu. Namun upaya tersebut hanya membuat Everton bisa meraih dua kemenangan dari sembilan pertandingan liga.
Hasil tersebut menjadi catatan terburuk dalam awal musim Everton sejak musim kompetisi 2005-06. “Klub Sepak Bola Everton dapat mengkonfirmasi bahwa Ronald Koeman meninggalkan klub,” kata Everton dalam sebuah pernyataan dalam Twitter.
Manajer Everton Ronald Koeman disebut-sebut sedang makan malam di tempat yang sama dengan manajer Manchester City Pep Guardiola pada Minggu waktu setempat. Namun kondisi keduanya bertolak belakang. Jika Koeman dalam kondisi penuh tekanan berbanding terbalik dengan bos Manchester City yang sedang merayakan kemenangan sempurna timnya.
Acara makan malam tersebut sedang berada di tempat tersebut untuk menghadapi panggilan pemecatannya selepas kalah 2-5 dari Arsenal. Di Senin pagi, Koeman masih terlihat melakukan aktivitas seperti biasa di markas klub hingga terlihat terlibat percakapan serius dengan saudaranya Erwin dan staf pelatih Everton di tempat latihan.
Mantan penyerang Everton Kevin Campbell menjadi orang berpengaruh terakhir yang menuntut pemecatan Koeman dengan cuitan “dibutuhkan perubahan” di akun twitternya. “Saya masih percaya bahwa saya dapat mengubah keseluruhan situasi,” katanya setelah kekalahan mengerikan hari Minggu di Goodison Park.
Koeman jelas berkeinginan semua pihak mempercayai metodenya dan timnya yang telah membawa hasil sebelumnya. Pria 54 tahun tersebut memiliki catatan istimewa di Liga Premier, finis di posisi ketujuh dan keenam dalam dua musimnya di Southhampton serta ketujuh dalam kampanye pertamanya di Merseyside.
Namun hasil mengecewakan didapatkan Everton karena hanya memenangkan dua pertandingan awal musim yang juga menjadi catatan pembuka musim sejak 2005-2006. Hasil tersebut melemparkan mereka ke zona degradasi dengan mengumpulkan delapan angka dari sembilan laga.
Di luar hasil buruk, pendukung Everton berkecil hati atas serangkaian penampilan buruk dengan formasi dan pemain yang sering berganti saat Koeman berjuang untuk padunya skuat. “Saya tak pernah melihat tim Liga Primer seburuk tahun ini,” kata mantan pemain dan pemerhati sepak bola BBC Steve Claridge.
Koeman sendiri mengharapkan lebih banyak dari beberapa rekrutan barunya Michael Keane dan Gylfi Sigurdsson membentuk pemain Liga Utama Inggris dan pemain Belanda Davy Klaassen yang dipilih musim lalu.
Dari para pendatang baru, hanya Nikola Vlasic dan kiper Jordan Pickford yang sesuai dengan harapan, yang memberi pertahanan Everton sebaik yang mereka bisa. Pada babak pertama di hari Minggu Pickford melakukan lebih banyak penyelamatan daripada yang pernah dia lakukan dalam karirnya dan secara keseluruhan membuat umpan lebih banyak daripada pemain Everton lainnya.
Secara umum para pemain termasuk Keane, mendukung dan membebaskan Koeman dari kesalahan meski banyak keganjilan taktis. “Saya pikir ini tergantung pada kami di akhir hari, manajer hanya bisa melakukan banyak hal. Kami memiliki kepercayaan 100 persen pada manajer seperti di semua musim dan kami berharap bisa mendapatkan hak ini untuknya,” kata Keane.
Rumor yang berkembang pemecatan tersebut memiliki hubungan dengan keberadaan mantan manajer David Moyes, yang saat ini tanpa klub akan kembali menangani Everton. Akan tetapi manajer U-23 Inggris juga David Unsworth adalah nama favorit untuk mengambil alih tim jika Koeman pergi. (Ant)