DPRD Surabaya Usulkan Puskesmas tak Layak Direvitalisasi

SURABAYA – DPRD Surabaya mengusulkan revitalisasi total terhadap sejumlah puskesmas di wilayah itu yang dinilai sudah tidak layak sebagai tempat pelayanan kesehatan masyarakat.

Ketua DPRD Surabaya, Armuji, mengatakan, puskesmas yang sarana dan prasarananya belum memadai sesuai standar pelayanan, lebih baik dibongkar total daripada renovasi tambal sulam. “Sebab, selain biayanya yang relatif sama, hasil bongkar total akan menjadikan gedung puskesmas menjadi lebih baik,” katanya, di Surabaya, Minggu (8/10/2017).

Menurut dia, saat ini masih banyak puskesmas yang belum memenuhi standar pelayanan, terutama sarana dan prasarana yang belum memadai. Puskesmas yang kondisinya tidak memadai inilah yang perlu direvitalisasi. “Apalagi, lahan puskesmas di Surabaya relatif terbatas,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut dia, seiring dengan perkembangan zaman, revitalisasi gedung puskesmas sekarang bisa dibangun bertingkat untuk layanan pasien. Ia mencontohkan, Puskesmas Ngagel Rejo yang semula kumuh, kini menjadi bagus. Standar layanan di puskesmas tersebut sekarang cukup memadai dan sarana prasarananya juga memenuhi standar.

“Yang membuat saya mengapresiasi khusus adalah inovasi layanan yang memanfaatkan teknologi informasi. Ada aplikasi pendaftaran daring (dalam jaringan) tiga bahasa, yakni bahasa Madura, Jawa, dan Indonesia,” ujarnya.

Karena itu, Armuji mendorong seluruh puskesmas di Surabaya meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi, seperti Puskesmas Ngagel Rejo.

“Puskesmas ini sudah mulai mengadopsi teknologi informasi dalam memberi layanan kepada pasien. Ini yang patut dicontoh puskesmas lain,” katanya.

Ia mengaku terkesan dengan pemanfaatan layanan daring untuk antrean pasien. Dalam layanan ini, setiap pasien yang datang akan di-entry datanya, sehingga masuk database. Kemudian mereka langsung menerima kartu antrean yang tertera dalam layar. “Mereka akan dipanggil seperti saat antre di bank,” ujarnya.

Layanan antrean untuk pasien ini memberi kenyamanan pada pasien. Mereka yang mendaftar awal, tidak akan belakangan dilayani, karena tertera di layar dan terekam nomor antreannya. Setiap hari rata-rata tercatat ada 200 kunjungan pasien. (Ant)

Lihat juga...