Cidera, Marcus/Kevin Mundur dari Prancis Terbuka
JAKARTA – Pasangan ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo terpaksa mundur dari turnamen bulu tangkis Prancis Terbuka 2017 yang akan dilangsungkan di Paris.
Cedera lengan kanan yang dialami Marcus Fernaldi Gideon menjadi penyebab mundurnya pasangan tersebut. Marcus mengalami cedera bahu kanan yang membuatnya tak dapat mengerahkan kekuatan maksimal pada smash yang menjadi senjata utamanya sebagai penggebuk.
Cedera itu dialaminya saat ia dan Kevin bertanding di semifinal Denmark Terbuka 2017 melawan pasangan Indonesia lainnya Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi pada Sabtu (21/10/2017). Hal tersebut juga menjadi salah satu penyebab kekalahan pasangan rangking satu dunia tersebut atas Zhang Nan/Liu Cheng (China), di laga final dengan skor tipis, 16-21, 24-22, 19-21.
Pelatih ganda putra Aryono Miranat yang mendampingi mereka di Odense, Denmark, menyebut mundurnya pasangan putra terbaik Indonessia saat ini tersebut, diputuskan selepas berdiskusi dengan tim pelatih.
“Marcus/Kevin batal main di Prancis Terbuka 2017 akibat cedera bahu kanan yang kalau dipaksakan takutnya hasilnya tidak maksimal. Lebih baik stop tanding dulu dan menjaga agar tidak menjadi parah,” kata Aryono, Senin (23/10/2017).
Prancis Terbuka 2017 sendiri akan berlangsung pada 24-29 Oktober 2017 di stadion Stade Pierre de Coubertin, Paris. Indonesia mengirim pasukan terbaiknya seperti pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Praveen Jordan/Debby Susanto, pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Rian Agugn Saputro, Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi.
Tim dari Denmark akan bertolak Senin pagi ke Paris. Sedangkan tim dari Jakarta sudah tiba di Paris pada Minggu (22/10/2017).
Usai bermain di Denmark, Marcus menyebut permainannya menjadi tidak maksimal karena cidera yang dialami. “Kami merasa tidak bermain bagus, terutama saya, karena saya mengalami cedera pada lengan saya. Jadi saya tidak punya power untuk melakukan smash,” kata Marcus.
Cidera yang dialami disebutnya sudah langsung mendapatkan perawatan. Namun hinga menjelang keberangkatan ke Paris, Prancis belum membuahkan hasil yang diinginkan. “Waktu melawan Angga/Ricky, saya dengar bunyi dari lengan saya, makanya smash nggak mati-mati, push nya pun beda. Sudah coba diterapi dan minum obat, tetapi masih ada rasa ngilu dan nyeri dan ini memecah konsentrasi saya,” tuturnya. (Ant)