BPS Pusat : September 2017, Inflasi Indonesia Sebesar 0,13 Persen

JAKARTA —Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat pada saat menggelar acara jumpa pers di Jakarta menyebutkan bahwa sepanjang September 2017 Indonesia mengalami Inflasi sebesar 0,13 persen. Inflasi yang terjadi sepanjang September 2017 tersebut bisa dikatakan merupakan yang terendah jika dibandingkan dengan bulan yang sama (September) 2016.

BPS Pusat juga melaporkan terkait dengan perkembangan Inflasi yang terjadi berdasarkan tahun kalender, yaitu perbandingan antara Inflasi Januari 2017 sampai dengan Inflasi pada September 2017 tercatat sebesar 2,66 persen. Angka tersebut juga bisa dikatakan masih termasuk rendah jika dibandingkan dengan tahun kalender sebelumnya.

Namun walaupun demikian BPS bersama Pemerintah masih harus tetap hati-hati dan waspada menyingkapi adanya kemungkinan terjadinyaiInflasi lebih tinggi, inflasi tersebut biasanya diperkirakan akan terjadi pada setiap mendekati datangnya Desember 2017, karena dipengaruhi faktor datangnya Hari Natal dan juga liburan Tahun Baru 2017.

Perkembangan Inflasi Indonesia apabila dilihat berdasarkan data dari tahun ke tahun atau secara Year on Year (YoY) atau berdasarkan perbandingan antara September 2017 terhadap September 2016 sebesar 3,72 persen.

Inflasi yang terjadi sepanjang September 2017 tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah berhasil mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok yang paling banyak dibutuhkan masyarakat.

Suhariyanto, Kepala Badan Pusat Startistik (BPS) Pusat menerangkan bahwa perkembangan Inflasi Indonesia sepanjang bulan September 2017 bisa dikatakan relatif rendah dan terkendali.

Khusus September 2017, Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,13 persen, angka inflasi yang rendah tersebut bisa dikatakan hampir sama jika dibandingkan dengan inflasi yang terjadi sebelumnya.

Suhariyanto menyebutkan bahwa ada beberapa kelompok komoditas yang menjadi faktor pemicu atau penyebab terjadinya inflasi sepanjang September 2017. Di antaranya adalah naiknya harga-harga seluruh komponen yang paling banyak dibutuhkan masyarakat,
misalnya seperti kelompok bahan makanan, kelompok makanan jadi, rokok, tembakau, minuman dan juga rekreasi.

“Sepanjang September 2017 Indonesia ternyata mengalami inflasi sebesar 0,13 persen, berdasarkan pengamatan BPS dari 82 Kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Indonesia tercatat 50 Kota IHK mengalami inflasi. Sedangkan 32 Kota IHK di antaranya tercatat mengalami deflasi, inflasi yang terjadi sepanjang September 2017 bisa dikatakan masih relatif rendah jika dibandingkan inflasi yang terjadi bulan yang sama (September) 2016,” papar Suhariyanto di Jakarta, Senin (2/10/201).

Suhariyanto menambahkan bahwa sebenarnya ada 3 faktor utama yang memicu atau menyebabkan terjadinya inflasi sebesar 0,13 persen yang terjadi sepanjang September 2017. Pertama naiknya harga beberapa kebutuhan pokok, kemudian naiknya biaya sekolah dan pendidikan, yang ketiga adalah naiknya beberapa kebutuhan industri bahan makanan dan minuman.

Kepala BPS Pusat Suhariyanto (kiri) saat jumpa pers di Jakarta/Foto: Eko Sulestyono.
Lihat juga...