BNK Bentuk Pegiat Anti Narkoba di Lingkungan Perguruan Tinggi
PADANG — Badan Narkotika (BNK) Kota Padang, Sumatera Barat, membentuk pegiat anti narkoba di lingkungan perguruan tinggi. Orang yang terlibat di dalamnya tidak hanya terdiri para mahasiswa, tetapi juga dari dosen. Saat ini, perguruan tinggi yang telah dibentuk pegiat anti narkoba, yakni di Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Mercubakti dan UIN Imam Bonjol Padang.
Ketua BNK Kota Padang Emzalmi mengatakan, alasan BNK memilih untuk membentuk pegiat anti narkoba di lingkungan perguruan tinggi, karena BNK menginginkan para civitas akademika di perguruan tinggi itu melek narkoba. Sehingga, dengan cara ini akan mampu mempersempit ruang gerak masuknya narkoba ke lingkungan perguruan tinggi.
“Kita telah membentuk disejumlah perguruan tinggi untuk pegiat anti narkoba itu. Kedepan, tentu perguruan-perguruan tinggi yang ada di Kota Padang lainnya, akan kita datangi, dan juga akan melakukan hal yang sama yakni membentuk pegiat anti narkoba,” ujarnya, Kamis (5/10/2017).
Ia menjelaskan, dengan telah adanya penggiat anti narkoba di lingkungan perguruan tinggi, harap melakukan tanggung jawabnya yakni mencegah peredaran narkoba di lingkungan kampus, mensosialisasikan bahaya narkoba, serta memberikan arahan agar mahasiswa untuk menjauhi narkoba.
Menurutnya, memang tidak bisa dipungkiri bahwa sekolah atau tempat pendidikan menjadi target peredaran narkoba. Untuk itu, perlu ada upaya dan langkah antisipasi cepat supaya narkoba tidak masuk ke lingkungan para generasi bangsa.
Semetara itu, Wakil Ketua III STIKES Mercubakti Jaya, Zulvita, yang turut tergabung menjadi pegiat anti narkoba di perguruan tinggi mengatakan hal yang dilakukan BNK untuk mencegah peredaran narkoba di lingkungan perguruan tinggi, merupakan langkah yang tepat. Mengingat, sejauh ini narkoba seakan terlihat mudah untuk memasuki lingkungan perguruan tinggi.
“Dari kampus sendiri sebenarnya telah melakukan upaya sosialisasi kepada para mahasiswa untuk tidak menggunakan narkoba. Akan tetapi, jika hanya sebuah sosialisasi, tanpa ada aksi nyata untuk melakukan pencegahan masuknya narkoba, seakan seperti upaya yang tidak sempurna,” ucapnya.
Zulvita berharap, dengan adanya pegiat anti narkoba di lingkungan perguruan tinggi tidak hanya memberikan kesadaran bagi mahasiswa untuk tidak mencoba-coba menggunakan narkoba, namun juga bisa memberikan informasi kepada para mahasiswa untuk hidup sehat dan bersih. Karena, salah satu bentuk kesadaran menjauhi narkoba itu ialah pola hidup sehat dan bersih.