2018, Rumah Produksi Sentra Industri Kecil Teritip Siap Digunakan
BALIKPAPAN — Sedikitnya 20 Industri Kecil dan Menengah (IKM) sudah dapat melakukan produksi olahannya di Sentra Industri Kecil Teritip pada 2018 nanti. Saat ini progres pembangunan fisik sentra industri kecil Teritip mencapai lebih dari 50 persen. Sentra industri dibangun dengan luas lahan 6,5 hektare.
Pembangunan sentra industri kecil Teritip ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perindustrian sebesar Rp24 miliar lebih pada 2017. Anggaran pembangunan itu terdiri dari proses land clearing lahan, pembangunan rumah produksi, sumur dalam, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), pembangunan gudang bahan baku, pagar dan gapura. Sentra IKM akan menjadi wadah pengembangan hilirisasi produk-produk pertanian, kelautan, dan perikanan.
“Saat ini progres pembangunan fisiknya mencapai 50 persen, sejalan dengan rumah produksi juga terus dibangun dan akhir November 2017 sudah selesai. Pembangunan sumur dalam juga telah diselesaikan. Rumah produksi yang dibangun tanpa tempat tinggal,” terang Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Balikpapan, Doortje Marpaung saat ditemui Selasa (31/10/2017).
Ia menjelaskan setelah pembangunan fisik sentra industri di Teritip ini selesai pada 2017 maka sementara 20 IKM sudah dapat berproduksi di kawasan tersebut. Namun dalam rumah produksi pihaknya belum menyediakan peralatan dan perlengkapan produksi IKM sehingga nantinya pelaku usaha IKM membawa peralatan produksinya.
“2018 nanti bisa dimanfaatkan rumah produksinya dan sementara 20 IKM dulu. Rumah produksi itu belum termasuk alat-alatnya. Mereka membawa alat-alatnya sampai ada penyediaan alat,” sebutnya.
Menurut Doortje, pembangunan sentra IKM Teritip ini akan dilanjutkan tahun 2018 dan rencananya diusulkan anggaran DAK sebesar Rp7,5 miliar untuk melengkapi kawasan sentra IKM tersebut.
“Kemarin sudah final kita usulkan lagi sebesar Rp7,5 miliar untuk tahun 2018 ke pusat. Dana itu untuk melengkapi sentra industri IKM Teritip. Harapannya sentra IKM Teritip bisa menjadi wadah pengembangan hilirisasi produk-produk pertanian, kelautan, dan perikanan. Misal olahan kepiting, ikan dan lainnya yang produknya bisa menjadi menghasilkan berbagai produk,” harapnya.
Dia menambahkan sosialisasi kepada sejumlah IKM juga telah dilakukan dan IKM siap menempati dengan membawa perlengkapan yang dimiliki. “Melalui sentra IKM ini berharap IKM dapat terakomodir menjadi satu tempat kawasan dalam mengolah produksi hasil perikanan dan kelautan,” tutupnya.