MANADO – Walikota Manado, Vicky Lumentut, mengingatkan, dinas PUPR untuk memperhatikan kualitas pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manado yang sedang dilaksanakan.
Walikota menyebut, dana yang dialokasikan untuk pembangunan RSUD yang mencapai Rp14 miliar bukanlah jumlah yang sedikit. Oleh karenanya, kualitas dari proses pembangunan harus diperhatikan dengan cermat.
“Perhatikan kualitas pekerjaan dan laksanakan sesuai dengan waktu yang ditetapkan, dan perhatikan semua klausul dalam kontrak kerja,” kata Lumentut, Senin (25/9/2017).
Dengan dana yang besar Vicky menyebut, pembangunan yang dilakukan harus bagus. Dan dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat sebagai instansi yang melaksanakan pembangunan harus mengawasi kontraktor yang melaksanakan pembangunan, juga inspektorat sebagai pengawas internal harus melakukannya.
Pembangunan rumah sakit disebutnya, harus selesai dibangun tepat waktu. Hal itu merupakan bagian dari keinginan dari pemerintah daerah untuk menjamin kesehatan masyarakat. Keberadan rumah sakit daerah menjadi penopang program tersebut.
“Pemerintah sudah menganggarkan dana untuk menjamin layanan kesehatan masyarakat tidak mampu, dalam program asuransi kesehatan di BPPJS sehingga seluruh warga Manado bisa ikut program tersebut, maka pemerintah menggenjot pembangunan RSUD,”katanya.
Mengenai dana jaminan kesehatan, kata Lumentut, sebelumnya sudah dianggarkan untuk program perlindungan kesehatan menyeluruh, dimana semua warga Manado yang belum mendapatkan jaminan atau asuransi kesehatan mendapatkan layanan gratis, namun seiring dengan prigram presiden dialihkan ke BPJS.
“Tetapi anggaran untuk program tersebut, kata Lumentut, akhirnya diintegrasikan ke dalam BPJS kesehatan, dimana masyarakat yang tidak mampu tetap ikut BPJS dan dibayarkan pemerintah kota Manado sehingga yang belum memiliki KIS, tetap mendapatkan layanan kesehatan gratis, yang diharapkan juga diberikan oleh RSUD nantinya,” pungkasnya. (Ant)