UE-ASEAN Gelar Dialog Transportasi di Singapura

JAKARTA – Uni Eropa (UE) dan Asean akan menggelar pertemuan dialog membahas tranportasi di Singapura 11 Oktober mendatang. Pertemuan tersebut sebagai tindaklanjut dari Asia Europe Meeting Transportasi Minister Meeting (ASEM TMM) I Bali 26-28 September lalu.

Komisioner Eropa Bidang Transportasi Violeta Bulc mengatakan, pertemuan di Singapura merupakan pertemuan pertama setelah pertemuan informal tingkat menteri berhasil digelar di Bali. Dan Indonesia disebutnya memiliki peranan penting dalam memajukan konektivitas kawasan ASEAN.

“Di Bali, saya juga mengadakan pertemuan tingkat menteri informal dengan ASEAN. Saya dengan senang hati memberitahu bahwa kami sepakat untuk meluncurkan Dialog Transportasi UE-ASEAN (EU-ASEAN Transport Dialogue). Pertemuan pertama akan berlangsung pada 11 Oktober di Singapura yang saat ini memimpin transportasi di ASEAN,” ungkap Bulc di Jakarta, Jumat (29/9/2017).

Bulck menyebut, salah satu agenda yang di dialogkan di Bali masih belum selesai pembahasannya. Namun tidak menutup kemungkinan, pada dialog selanjutnya negara-negara anggota ASEAN akan diajak fokus ke sejumlah topik termasuk penerbangan, dekarbonisasi, keamanan lalu lintas darat, dan mobilitas perkotaan.

“Saya yakin bahwa sebagai pusat kekuatan ekonomi ASEAN dengan hampir 40 persen Produk Domestik Bruto ASEAN dan lebih dari sepertiga dari total populasi, Indonesia akan memegang peran kunci di sini dan kita juga akan memperdalam hubungan transportasi bilateral kita melalui dialog regional ini,” tuturnya

Sebelumnya, Sebanyak 39 negara sudah konfirmasi akan menghadiri The 4th Asia – Europe Meeting – Transport Minister Meeting (ASEM – TMM) yang dimulai pada 26 September 2017 di Bali. ASEM – TMM merupakan pertemuan yang dihadiri Menteri Transportasi Asia dan Eropa dan digelar setiap dua tahunan.

Dari pertemuan di Bali didapatkan naskah deklarasi yang disebut sebagai output dari pertemuan ASEM – TMM. Hasil dari pertemuan diharapkan dapat dijadikan pedoman bagi Negara-negara anggota dalam membahas program-program yang akan dilaksanakan secara bersama-sama.

Secara garis besar, isi dari Bali Deklarasi adalah menekankan pada konektivitas untuk semua dimensi; ASEM sebagai wadah strategis untuk meningkatkan kerja sama Negara Asia dan Eropa; meningkatkan partisipasi swasta atau lembaga keuangan dalam melakukan investasi di sektor transportasi.

Mewujudkan pengembangan transportasi berkelanjutan melalui penggunaan teknologi yang lebih efektif dan efisien; mendorong kerja sama yang lebih kuat dalam mengatasi tantangan yang dihadapi oleh Negara anggota ASEM (Negara kepulauan/Negara dengan mayoritas wilayah lautan dan Negara dengan mayoritas wilayah daratan termasuk wilayah terpencil). (Ant)

Lihat juga...