Sektor Pertanian PPU Serap Tenaga Kerja Tanpa Batas

PENAJAM — Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) optimis pertanian di daerahnya akan berkembang pesat seiring dengan produksi pertanian setiap tahunnya meningkat dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bergerak di sektor pertanian juga tumbuh. Karena penyerapan tenaga kerja sektor pertanian tidak terbatas dan peralatan dalam pertanian juga terus berkembang mengikuti teknologi yang ada.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PPU Joko Dwi F meyakini swasembada pangan yang menjadi program pemerintah pusat akan tercapai dengan memprioritaskan pertanian di Indonesia. Di Kabupaten Penajam sendiri saat ini produksi padi terus ditingkatkan, diiringi penambahan SDM.

“Lowongan pekerjaan yang tidak terbatas adalah pertanian, perkebunan dan holtikultura. Anak anak muda tak perlu jauh-jauh ke kota atau bekerja di kantor karena pertanian dan perkebunan sangat menjanjikan. Hal itu di dukung SDA dan SDM yang ada . Menyerap tenaga kerja yang tiada batas dan pekerjaan pertanian sebagai pilihan,” ucapnya saat ditemui, Senin (18/9/2017).

Dalam sektor pertanian segala terobosan dan inovasi terus dilakukan , dan rencananya akan membentuk Ikatan Sarjana Pertanian maupun Peternakan untuk mendongkrak pertanian di daerah PPU.

“Sekarang sarjana pertanian yang sudah terkumpul ada 25 orang , dan ini untuk mengoptimalkan kinerja pertanian dari agrobisnis dan produksi padi. Nanti pelajar SMK lulusan peternakan akan kami rangkul juga, dipastikan tenaga kerja ke depan tidak sulit,” gebu Joko.

Berdasarkan data yang dilansir Dinas Pertanian PPU, jumlah warga yang berkecimpung di pertanian terdapat 487 kelompok tani. Adapun Satu anggota 15-20 orang. Jumlah itu juga ditambah dengan warganya dan diperkirakan terdapat 10 persen dari jumlah penduduk berkecimpung pada sektor pertanian.

“Apabila kita hitung secara perkiraan yang bergerak di pertanian itu sekitar 10 persen lebih, kemudian ditambah dengan perkebunan, holtikultura dan perternakan bisa mencapai 35 persen. Belum lagi nelayan sektor perikanan ya bisa lebih dari 35 persen,” paparnya.

Joko menjelaskan peralatan pertanian di PPU saat ini juga sudah mumpuni seperti tanam padi sudah tidak dilakukan manual karena peralatan bantu tanam sudah dimiliki. Samahalnya dengan peralatan panen yang sudah dilengkapi peralatan canggih.

“Sekarang petani kita sudah tidak ada yang tanam padi dengan membungkuk atau manual yang menguras tenaga petani. Peralatan tanam dan panen padi sudah lengkap, termasuk alat pembasmi hama sebagian juga sudah dimiliki,” terangnya.

Diakuinya anggaran pertanian di daerah terbatas namun hal itu tidak mengurangi upaya dinas pertanian untuk memajukan pertanian. Karena memajukan pertanian tidak hanya melalui anggaran daerah, namun juga ada anggaran dari Pemerintah Pusat (APBN).

“Pada tahun ini melalui Apbn kita mendapatkan bantuan 4.200 bibit tanaman padi. Sehingga memajukan pertanian ini harus bersama-sama dalam segala hal. Saya sudah tahu kalo anggaran daerah terbatas, karenanya kita optimalkan SDM yang ada lebih berkualitas,” ujar Joko.

Untuk diketahui, tahun 2017 Kabupaten PPU memiliki target produksi padi sebesar 16.000 ton, produksi jagung sebesar 4.800 ton, kedelai 199 ton dan produksi sapi potong sebanyak 16.638 ekor.

Lihat juga...