SDN Kolit Masih Merana, Pemda Sikka Diminta Memperbaiki

MAUMERE – Pembangunan SDN Kolit di Desa Ojang Kecamatan Talibura yang terlantar sejak dilaksanakan tahun 2016 menyebabkan aktivitas belajar mengajar terganggu sebab para murid harus belajar di ruang kelas darurat, balai desa dan kantor UPT Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT yang tidak dipergunakan.

Gedung sekolah yang berada di Jalan Frans Lebu Raya, nama gubernur NTT yang diabadikan bagi jalan di dusun ini, tidak rampung dikerjakan kontraktor bahkan bangunan pun terkesan asal dikerjakan.

“Sampai saat ini gedung sekolah belum juga dibangun bahkan petugas dari dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga kabupaten Sikka juga belum turun ke lokasi untuk mengecek kondisi sekolah,” ujar Diana Pisesa Bahar.

Guru honor SDN Kolit yang ditanya Cendana News Kamis (21/9/2017) ini berharap pembangunannya bisa dilanjutkan mengingat sudah hampir setahun bangunan tersebut ditelantarkan oleh pemerintah.

“Sepertinya belum ada berita sampai sekarang sebab katanya mau ditender baru dan dilanjutkan pembangunannya. Tapi sampai saat ini belum ada kejelasan dan saya berharap mudah-mudahan pemerintah bisa bantu melanjutkan pembangunannya. Apalagi wartawan juga sudah berkunjung ke sekolah kami,” ungkapnya.

Filario Charles Betrandi, SE anggota DPRD Sikka yang berada di komisi yang mengurusi pendidikan saat dihubungi Cendana News Kamis (21/9/2017) mengatakan, akan mencoba mengusulkan untuk dibahas dan dianggarkan di APBD Perubahan.

“Seharusnya pembangunannya dilanjutkan namun belum dianggarkan. Nanti dirinya akan mengusulkan untuk dibahas di APBD Perubahan agar bisa diakomodir dan dilanjutkan pembangunannya,” kata Charles.

Bupati Sikka, Drs. Yoseph Ansar Rera dalam pidato 17 Agustus lalu memaparkan bahwa upaya peningkatan kualitas SDM masyarakat berorientasi pada pengembangan insan yang bermutu dan  kompetitif. Serta mampu mengembangkan potensi diri dan lingkungannya dimana upaya tersebut dilakukan melalui pendidikan anak usia dini, Wajib Belajar 12 Tahun dan Pendidikan Non Formal.

Sampai dengan tahun 2016, beber Ansar sapaannya, pemerintah Kabupaten Sikka telah menambahkan pendirian PAUD dari 260 PAUD menjadi 355 yang tersebar di 21 Kecamatan, menambah pendirian  Sekolah Dasar dari 326 menjadi 342 sekolah, Sekolah Menengah Pertama dari 77 menjadi 85 sekolah, SMA dari 31 menjadi 35 sekolah di tahun 2017.

“Selain mendirikan sekolah, pemerintah juga telah memberikan bantuan berupa beasiswa kepada 26.637 siswa Sekolah Dasar dan 1.450 siswa Sekolah Manengah Pertama,” paparnya.

Diana Pisesa Bahar, salah seorang guru honor di SDN Kolit Desa Ojang Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka. Foto: Ebed de Rosary
Lihat juga...