Perkumpulan Sintalaras Menekuni Panjat Dinding Sambil Konservasi Alam

MAKASSAR— Ikhsan tampak sibuk mempersiapkan peralatan yang akan dibawanya keperbatasan maros. Rencananya Ikhsan Ketua Sintaralas bersama beberapa temannya akan memanjat tebing yang ada dikawasan tersebut. Hampir seluruh tebing-tebing di Makassar ini sudah di jajaki oleh Ikhsan dan anggota Sintalaras lain.

Baginya setiap tebing yang dipanjat mempunyai tingkat kesulitan tersendiri. Namun yang paling berkesan dan mendebarkan oleh Ikhsan saat memanjat tebing yang ada di Gunung Latimojong (sekitar 3440 meter di atas permukaan laut) di Enrekang, Sulawesi Selatan.

“Medan untuk mencapai tebing itu juga agak sulit dan juga untuk mencapai puncak tebing itu butuh perjuangan apalagi mengingat ketinggian tebing itu sangatlah tinggi,” ujar Ikhsan.

Sintalaras dulunya merupakan Mapala Jurusan Geografi IKIP Ujung Pandang. Namun pada 20 Desember 1984 barulah Sintalaras resmi terbentuk di bawah naungan universitas. Sintalaras merupakan salah Unit Kegiatan Mahasiswa UNM (Universita Negeri Makassar).

Dengan kata lain, Sintalaras ini merupakan bagian dari MAPALA UNM  bagi mereka yang memiliki hobi yang sama panjat dinding dan panjat tebing (keduanya digolongkan sebagai wall climbing). UKM ini memiliki jadwal rutin untuk melakukan petualangan menaklukkan tebing-tebing di Sulawesi Selatan ini. Sebelum memanjat tebing para anggota Sintalaras mempersiapkan segala sesuatunya.

Ikhsan yang karib disapa hetlep oleh teman-temannya di Sintalaras menjelaskan dalam memanjat tebing perlu diperhatikan peralatannya.

“Selain peralatan juga para anggotanya juga di bekali dengan materi wall climbing,” jelas Ikhsan.

Ikhsan menambahka selain peralatan dan juga fisik yang kuat dibutuhkan pula mental yang kuat. Karena, saat berlatih di media dinding dan saat terjun langsung ke lapangan yang sebenarnya itu sangat berbeda. Bahkan sebelum memanjat para anggota Sintalaras melakukan pemanasan dan peregangan.

Mengingat wall climbing adalah olah raga yang membutuhkan kekuatan dan juga dibutuhkan peregangan yang baik apalagi peregangan di lengan dan juga betis. Bahkan sintalaras pernah mengadakan event pertandingan wall climbing  pada 2017 lalu dengan peserta dari seluruh Indonesia.

Menurut Hamsir pembina Sintalaras, Sintalaras merupakan UKM pencinta alam dengan visi pendidikan, advokasi, dan juga konservasi.

“Dengan wall climbing sebagai medianya. Jadi sekalian mencintai lingkungan juga dapat petualangannya,  ungkap Hamsir.

Pengarahan bagi anggota Sintalaras sebelum melakukan kegiatan panjat dinding dan panjat tebing/Foto: Nurul Rahmatun Ummah.

 

Lihat juga...