BARABAI — Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan sejak tiga tahun terakhir secara intensif fokus pada pengembangan sektor perikanan air tawar bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI).
Pelaksana tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Sunarwi Warni di Barabai, Rabu (20/9/2017) menyampaikan kerja sama dengan BI di bidang perikanan ini guna mendorong pertumbuhan sektor riil.
“Selain mendorong pertumbuhan sektor rill termasuk pengembangan UMKM melalui program pengembangan klaster budidaya ikan air tawar,” jelas Sunarwi.
Selanjutnya untuk menambah pengetahuan dan keterampilan para pembudidaya ikan dilaksanakan pelatihan kelembagaan.
Kali ini empat kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) yang menjadi sasaran pelatihan pengolahan hasil perikanan dan penguatan kelembagaan di Balai Desa Samhurang.
Masing-masing kelompok pembudidaya ikan Harapan Jaya dan Harapan Bersama dari Desa Samhurang, Panggang Kuning dari Desa Mahang Baru dan Harapan Maju dari Binjai Pirua.
Selama tiga hari 41 peserta diberikan keterampilan pembuatan pakan alternatif untuk ikan serta tentang teknik budidaya pemeliharaan yang baik.
“Kelompok budidaya juga dilatih cara pembuatan kerupuk ikan, amplang, abon dan ikan kering serta pembentukan jaringan dan penguatan lembaga pemasaran hasil perikanan,” kata Suwarni.
Wakil Bupati HST H A Chairansyah menyampaikan para nelayan ikan tidak lagi hanya membudidayakan ikan saja tetapi harus mampu membuat hasil olahan ikan lainnya.
“Hasil olahan ikan seperti kerupuk, amplang dan ikan kering dalam kemasan punya nilai ekonomi lebih tinggi dan ini perlu dikembangkan,” ungkap Chairansyah (Ant).