Organda Temui Wali Kota Balikpapan, Tolak Taksi Daring
BALIKPAPAN — Pengusaha angkutan darat dalam hal ini angkutan kota dan taksi argo kembali menyatakan menolak keberadaan taksi online atau daring yang beroperasi di Kota Balikpapan. Beberapa bulan yang lalu pihak Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) telah melakukan rapat dengar pendapat dengan DPRD maupun Pemerintah Kota Balikpapan.
Organda Balikpapan bersama beberapa pengusaha taksi argo meminta kepada Pemerintah Kota untuk menolak beroperasinya taksi daring. Penolakan itu dengan alasan menimbulkan keresahan dan ketidakadilan. Artinya ada yang resmi, kenapa yang belum resmi masih digunakan.
“Intinya dari teman-teman taksi argo atau konvensional dan angkot menolak keberadaan taksi online. Kami menghadap Pak Wali Kota Rizal Effendi untuk diminta mencari solusi agar kami ini tidak merasakan ketidakadilan,” ungkap Ketua Organda Balikpapan, Mubar Yahya usai menemui Wali Kota di Kantor Pemerintah Kota Balikpapan.
Menurutnya, menolaknya keberadaan taksi daring itu karena pihaknya merasa menimbulkan ketidakadilan terhadap sopir angkutan kota dan taksi konvensional. Bahkan usaha yang resmi mengalami degradasi dan penurunan pendapatan yang signifikan.
“Kami minta dicarikan solusinya. Kalau tidak dikabulkan, ya tergantung Pemerintah Kota Balikapan bagaimana caranya mencarikan jalan buat kami,” tegasnya Senin, (11/9/2017).
Selain itu, Mubar mengatakan tidak ada manfaatnya berkolaborasi dengan taksi daring karena ada beberapa teman-teman berkolaborasi ternyata terpinggirkan juga.
“Tak ada manfaatnya berkolaborasi dengan taksi daring karena ada beberapa teman berkolaborasi, terpinggirkan juga. Bukan hanya kolaps, yang terjadi saat ini sopir angkutan untuk setoran sudah susah karena sepinya penumpang,” tandasnya.
Untuk diketahui jumlah taksi argo atau konvensional di Balikpapan sekitar lebih dari 400 taksi, sedangkan angkutan kota berjumlah 1800 unit.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi tidak berkomentar lebih jauh. “Nanti akan dibahas hal itu bersama dinas terkait,” ujarnya.