Mulai Kekeringan, Satlantas Sukorharjo Jateng Salurkan Bantuan Air Bersih
SOLO — Musim kemarau panjang tahun ini mulai berdampak dengan ketersediaan air bersih. Di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, sejumlah desa mulai mengelami kekurangan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daeah (BPBD) Sukoharjo, Suprapto mengatakan, kekeringan dan kekurangan air bersih ini telah melanda Sukoharjo bagian selatan. Setidaknya terdapat tiga Kecamatan yang terdampak yakni, Kecamatan Bulu, Tawangsari dan Weru.
“Ada beberapa desa yang sudah mengalami kekurangan air bersih di tiga kecamatan berbeda. Sejauh ini kebutuhan warga ada yang masih ditopang dari sumur dalam, namun ada pula yang sudah memerlukan pasokan air,” kata Sutopo di sela bantuan air bersih dari Polres Sukoharjo, Jumat (15/9/2017).
Kekurangan air bersih ini seperti yang dialami warga di Dusun Candi, Desa Ngreco, Kecamatan Weru, Sukoharjo. Tidak kurang dari 40 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak.
“Bantuan air dari Polres Sukoharjo disambut dengan suka cita oleh warga setempat. Kami juga terus memantau kekeringan di sejumlah desa lain,” jelas dia.
BPBD Sukohrjo beberapa kali juga mendapat pemberitahuan dari sejumlah pihak instansi atau komunitas yang akan memberikan bantuan selain dari Polres. Pihaknya juga selalu memberi pendampingan terhadap warga yang membutuhkan.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Sukoharjo, AKP Finan Sukma Radipta menambahkan, untuk kali ini pihaknya memberikan bantuan air bersih sebanyak enam tangki. Bantuan sebagai kepedulian serta wujud keberadaan Polres Sukoharjo di tengah-tengah masyarakat.
“Kegiatan sosial ini sekaligus untuk memperingati HUT Polantas ke 62 dan HUT Polwan,” kata AKP Finan.
Selain di Dusun Kampung Candi, Desa Ngreco, Polres Sukoharjo juga men-dropping air di Dukuh Plumbon, Desa Alas Ombo, Kecamatan Weru. Dalam kegiatan bhakti sosial itu, Satlantas Polres Sukoharjo mengingatkan masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas, sebagai upaya mensukseskan program pada 2017 sebagai tahun keselamatan.