Monumen Bom Bali Masih jadi Daya Tarik
BADUNG – Siapa yang tidak mengenal Monumen Bom Bali 1? Semua orang yang pernah berlibur ke pulau tersebut pasti tahu dan pernah mengunjungi monumen yang terletak di kawasan obyek wisata Kuta, Badung, ini.
Monumen Bom Bali seolah menjadi salah satu ikon wisata di Bali, karena setiap wisatawan yang berlibur ke Bali pasti mengunjungi tempat ini. Tidak hanya wisatawan domestik, wisatawan manca negara juga sering datang ke monumen ini. Rata-rata dari mereka yang datang melakukan berbagai aktivitas, mulai dari hanya sekedar melihat-lihat dan mendoakan para korban yang tewas, juga melakukan swafoto dengan background Monumen Bom Bali tersebut.
Jhon Philips, wisatawan asal Australia mengaku rutin dan wajib mengunjungi monumen ini, karena di antara korban yang tewas salah satunya adalah pamannya. “Jika ke Bali, saya wajib ke sini untuk mendoakan paman saya, saya membawa bunga”, ujar Jhon.
Jhon menceritakan, saat itu pamannya sedang berlibur ke Bali dan diduga berada di salah satu diskotik yang menjadi sasaran bom bunuh diri itu. Dirinya juga berharap insiden tersebut tidak terjadi lagi.
Seperti yang diketahui, pada 2002 terjadi insiden bom bunuh diri yang dilakukan teroris kelompok Imam Samudra. Insiden yang terjadi di dua diskotek di kawasan Lagian, (Paddys Club dan Sari Club) tersebut melukai serta menewaskan ratusan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Warga negara Australia paling banyak menjadi korban dalam insiden berdarah ini.
Tidak hanya itu, akibat kejadian itu dunia pariwisata Bali sempat lusuh sekitar dua tahunan, karena tidak ada kunjungan dari wisatawan untuk berlibur ke pulau dengan sebutan seribu pura tersebut.
Untuk mengenang para korban yang tewas, Pemerintah Bali sengaja membuat Monumen Bom Bali tersebut dengan menuliskan nama-nama korban yang tewas.
Sejak pertama kali dibangun hingga saat ini diperkirakan jutaan wisatawan sudah pernah mengunjungi tempat ini, yang dibuka untuk umum dan gratis.