Melihat Kirab Pusaka di Grebeg Suro Ponorogo

PONOROGO – Kirab pusaka termasuk dalam rangkaian acara Grebeg Suro 2017. Dalam kirab ini ada angkin (sabuk) Cinde Puspito, Payung Songsong Tunggul Wulung dan Tombak Tunggul Nogo. Ketiganya diyakini sebagai pusaka Kerajaan Wengker, kerajaan yang menjadi cikal bakal Ponorogo.

Salah satu tetua, Dodik Sri Suryadi mengatakan, acara kirab pusaka ini dimaksudkan sebagai penggambaran pindahan pusaka dari Katongan ke Kota Tengah.

“Dikirab karena pindahan dari kabupaten lama ke Kota Tengah,” jelasnya kepada Cendana News, Rabu (20/9/2017).

Menurut Bopo Dodik, sapaan akrabnya, ketiga pusaka tersebut pada masanya digunakan sebagai tameng, penawar kekuatan gaib, dan senjata pencabut nyawa.

Sebelum dikirab, tiap pusaka diberi untaian melati yang dinamai Sekar Melati Ri Ronce. “Saat dikirab pusaka ini dibawa oleh bergodo pusaka,” terangnya.

Di belakang bergodo pusaka terdapat rombongan dayang-dayang, rombongan pemerintah daerah dan perwakilan sekolah yang menaiki kereta kuda serta mobil hias.

Rangkaian acara kirab. Foto: Charolin Pebrianti

Rute yang dilalui mulai jalan Niken Gandini menuju Jalan Batoro Katong. Kemudian ke jalan K.H Ahmad Dahlan langsung ke Jalan Soekarno Hatta. Menuju ke Jalan Jendral Sudirman dan finish di Paseban Alun-alun.

“Sesampainya di paseban, ketiga pusaka dijamas (dimandikan-red) secara bersamaan menjelang petang,” pungkasnya.

Saat prosesi berlangsung, tak lupa ribuan masyarakat baik dari Ponorogo maupun luar kota berkumpul menyaksikan acara kirab pusaka ini. Karena salah satu kegunaan kirab juga untuk menarik dan mendatangkan wisatawan dari luar kota.

Sesepuh Kota Ponorogo, Dodik Sri Suryadi. Foto: Charolin Pebrianti
Lihat juga...