Kicik Daging, Hidangan Lezat Penyatu Kekerabatan Kala Idul Adha

LAMPUNG — Melimpahnya daging sapi serta kambing saat Hari Raya Kurban membuat masyarakat dapat membuat berbagai kuliner dengan bahan dasar tersebut, mulai dari sop, sate hingga rendang. Untuk di daerah Lampung Selatan, ada beberapa kuliner berbahan daging yang cukup populer, salah satunya “Kicik Daging”.

Kicik mungkin masih terasa asing bagi sebagian kalangan, namun makanan seperti semur yang didominasi oleh rasa pedas ini dijamin dapat menggugah selera pecinta kuliner.

Aldi, salah satu warga Desa Klaten menyebutkan, menu kicik daging sapi dan kambing tersebut memiliki ciri khas rasa pedas yang terasa di lidah dipadukan dengan nasi hangat yang baru diangkat dari tungku dan dinikmati secara bersama sama dalam satu keluarga.

Salah satu anggota keluarga, Elny menambahkan, Hidangan kuliner kicik menggunakan bahan bahan yang cukup menyehatkan karena berasal dari rempah-rempah dan proses memasak pun terbilang mudah.

Edy (baju merah) merasakan menu kicik daging sapi dan kambing bersama keluarga [Foto: Henk Widi]
Sebelum membuat kicik yang menyerupai gulai, bumbu yang perlu dipersiapkan selain daging di antaranya bawang putih, bawang merah, merica bubuk, gula merah, ketumbar, daun serai, daun salam, garam dapur secukupnya. Selain juga disiapkan kecap manis, minyak goreng, cabai rawit sebagai penambah sensasi pedas.

Setelah pengirisan daging dan bumbu bumbu dihaluskan selanjutnya dilakukan proses mendidihkan air untuk perebusan daging hingga matang dan empuk.

“Setelah dua jenis daging cukup matang dilakukan juga proses penumisan semua bumbu halus yang diulek hingga beraroma harum dan semua bumbu dicampurkan dalam daging,” ungkap Elny.

Proses selanjutnya daging yang sudah dicampurkan dengan semua bumbu untuk sajian kuliner kicik daging sapi dan kambing ditunggu hingga kuah berkurang dalam proses pematangan. Proses pemasakan menggunakan kayu bakar menjadi salah satu resep kelezatan kicik untuk memberikan sensasi tradisional dalam pengolahan kuliner khas Yogyakarta tempat nenek moyang keluarga Elny berasal.

Saat daging sudah empuk dan air kuah mulai berkurang tahap selanjutnya dilakukan penambahan kecap manis, cabai rawit hingga bumbu benar benar meresap dan rasa sudah pas.

“Kita olah daging sapi dan kambing secara bersamaan dengan bumbu kicik karena untuk efesiensi waktu dan kedua jenis daging tersebut cocok dimasak bersamaan meski rasanya akan berbeda saat disantap tapi bumbunya persis sama,” terang Elny.

Edy, salah satu anggota kerabat asal Palembang yang tengah berlibur dan menikmati olahan kuliner kicik daging sapi dan kambing menyebut meraskan menu berbeda setelah sehari sebelumnya pada Jumat (1/9) menikmati menu olahan daging kambing dan daging sapi yang disop. Olahan kicik daging sapi dan kambing diakuinya memiliki ciri khas pedas menggigit dari merica dan cabai sehingga menambah nafsu makan dengan nasi hangat yang baru diangkat dari tungku ditambah disantap bersama keluarga besarnya masih dalam suasana lebaran Idul Adha 1438 Hijriyah.

Lihat juga...