BATANG – Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivisi Resional Pekalongan, Jawa Tengah, siap menampung produksi beras dari petani sesuai harga yang ditetapkan oleh pemerintah, Rp8.300 per kilogram.
Kepala Bulog Subdivre Pekalongan, Muhson, mengatakan saat ini, pihaknya terus melakukan penyerapan beras maupun gabah milik para petani sebagai upaya mengamankan ketahanan pangan.
“Karena itu, berapa pun jumlah produksi gabah maupun beras milik petani akan kami beli sesuai harga pembelian pemerintah. Untuk gabah kering giling Rp5.115 per kilogram dan beras Rp8.300/ kilogram,” katanya, di Batang, Sabtu (16/9/2017).
Ia mengatakan, hingga pertengahan September 2017, realisasi atau pencapaian setara beras sekitar 67 ribu ton dari target yang ditetapkan 118.600 ton.
Kendati demikian, kata dia, Bulog Pekalongan tetap optimistis target pencapaian setara beras itu akan terlampaui. “Meski saat ini memasuki musim kemarau, kami tetap optimistis pencapaian setara beras 118.600 ton akan terlampaui. Hal itu, kami buktikan dengan hasil penyerapan beras mampu mencapai lebih dari seratusan ton, bahkan Senin lalu mampu menyerap 289 ton,” katanya.
Ia juga mengatakan, saat ini ketersediaan beras yang tersimpan di gudang masih mampu mencukupi kebutuhan masyarakat di tujuh kabupaten dan kota hingga Februari 2018. “Kami jamin ketersediaan beras untuk mencukupi kebutuhan masyarakat masih aman. Karena itu, kami minta warga tidak perlu khawatir adanya kelangkaan bahan pokok tersebut,” katanya. (Ant)