Bendi, Sensasi Wisata di Kota Padang
PADANG — Bendi atau disebut juga delman, merupakan salah satu transportasi tradisional yang ada di Indonesia. Seiring berkembangnya zaman dengan banyaknya bermunculan transportasi modern, bendi seakan tidak begitu diminati lagi oleh masyarakat, terutama di Kota Padang, Sumatera Barat.

Walikota Padang, Mahyeldi. -Foto: M. Noli Hendra
Mungkin, anak-anak yang tumbuh di tahun 2000-an ada yang belum pernah menggunakan transportasi bendi tersebut. Nah, beranjak dari situasi itu Pemerintah Kota Padang membuat terobosan, yakni membuat paket wisata jalan-jalan di Kota Padang menggunakan bendi.
Walikota Padang, Mahyeldi, mengatakan, Kota Padang yang memiliki wisata Pantai Padang yang begitu indah, dan berada lurus dari Jalan Samudera hingga ke Purus, sangat tepat jika dinikmati sembari menggunakan bendi.
“Jika dengan mobil atau sepeda motor, mungkin kurang puas untuk melihat-melihat Pantai Padang. Tetapi, kalau berkeliling dengan bendi, akan sangat terbantu, minim risiko kecelakaan, dan kecepatan larinya pun lebih santai, akan terasa aman dan nyaman menggunakan transportasi bendi,” katanya, ketika dihubungi Cendana News, Minggu (17/9/2017).
Ia mengaku, munculnya terobosan menggerakkan bendi sebagai penunjang transportasi bendi di lokasi wisata Pantai Padang, merupakan bentuk upaya pemerintah untuk kembali memfungsikan bendi sebagai alat transportasi, setelah cukup lama sepi mendapatkan penumpang, akibat dari pesaing transportasi modern.
Untuk melayani wisatawan yang menggunakan transportasi bendi, pemerintah setempat menyediakan 40 kusir bendi. Agar ke-48 kusir bendi itu tidak terjadi persaiangan, ada ketentuan dan kesepakatan yang dibuat. Pertama, tarif untuk menggunakan bendi hanya Rp50.000 dengan waktu selama 30 menit, serta rute perjalanannya sepanjang lokasi wisata Pantai Padang.
Empatpuluh kusir bendi ini bukan para kusir yang keberadaannya tidak terkoordinir, tetapi tergabung dalam kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Dengan demikian, pemerintah setempat semakin mudah untuk mengkoordinir para kusir bendi tersebut.
“Jadi, kita telah membuatkan brosur sebagai bentuk promosi kepada wisatawan. Brosur itu disebarkan ke pihak biro perjalanan wisata dan pihak perhotelan dengan mencantumkan nomor telepon yang bisa dihubungi,” ujarnya.
Menanggapi adanya terobosan pemerintah untuk memanfaatkan bendi sebagai penunjang transportasi wisata di Padang, salah seorang pengunjung di pantai Padang, Cicilia, mengatakan, berwisata dengan bendi sangat asyik dan unik. Asyiknya dengan adanya loncatan kuda yang berlari itu, turut membuat yang menumpangi bendi merasa turut bergoyang-goyang, momen itu akan membuat suasan jadi ramai, karena dirinya bersama sahabatnya jadi sulit untuk berswafoto.
“Kita ini kalau lagi naik bendi itu, pada heboh semua, karena susah buat berfoto rame-rame. Lalu, uniknya, orang pada ramai berlalu-lalang menggunakan motor, kita-kita malah tertawa dan bergembira saat duduk di belakang kusirnya,” ucapnya, dengan nada canda.
Menurutnya, untuk menikmati bendi di Pantai Padang, waktu yang pas ialah di waktu sore, atau pas di saat matahari hendak terbenam. Karena ada rasa romantisnya, transportasi bendi yang menggunakan kuda, dan turut diiringi dengan indahnya warna warni langit di kala senja datang.
“Saya harap, hal semacam ini akan terus ada, jika perlu pemerintah melakukan hal-hal lainnya yang membuat kami di lokasi wisata menjadi aman dan rindu dengan Pantai Padang,” harapnya.