Balikpapan Tengah Bentuk 2 Kampung KB

BALIKPAPAN — Guna mendukung pemerintah dalam program meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKB-BK), Kecamatan Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan mendirikan dua Kampung KB.

Camat Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Budi Mulyatno. –Foto: Ferry Cahyanti

Dua kampung KB ini terdiri dari Kelurahan Mekar Sari dan Karangjati, yang keduanya didirikan pada tahun ini, sesuai kriteria pembentukan pemerintah dalam pembentukan Kampung KB. Adapun jumlah Kampung KB di Balikpapan terdapat 8 kampung yang tersebar di 6 kecamatan, masing-masing satu kampung.

Tujuan dibentuknya Kampung KB adalah tidak hanya pada pengendalian penduduk. Namun juga masalah pembangunan keluarga juga harus mendapat perhatian dan mampu diselesaikan bersama dari segala lini. Kampung KB di Kecamatan Balikpapan Tengah yaitu Kampung KB di Mekar Sari dibentuk secara mandiri dan swakelola sendiri oleh masyarakat, sedangkan Kampung KB di Karangjati dibentuk oleh pemerintah berdasarkan kriteria.

“Di Kecamatan Balikpapan Tengah ada dua Kampung KB, dua di Kecamatan Balikpapan Timur. Sementara masing-masing kecamatan ada satu. Kecamatan tengah berada di tengah perkotaan, satu Kampung KB inisiatif warga, yakni Mekar Sari. Sedangkan Karangjati dibentuk oleh pemerintah yang disesuaikan dengan karakternya dan kriteria untuk dijadikan Kampung KB,” jelas Camat Balikpapan Tengah, Budi Mulyatno, Selasa (5/9/2017).

Menurut Budi, keduanya dibentuk belum lama yang tujuannya untuk mendukung program pemerintah dalam membangun kualitas hidup masyarakat sekitar, dan menyelesaikan segala persoalan yang ditemui.

“Programnya itu dari sisi dua anak cukup, kesehatan ibu dan anak, kemudian bagaimana kotanya. Kalau di Karangjati bagaimana penataannya, dan lokasi juga agak jauh dari Puskesmas, sehingga menjadi alasan untuk mewakili dijadikan Kampung KB,” ucapnya.

Untuk Kampung KB Kelurahan Karangjati, katanya, memperoleh anggaran sebesar Rp10 juta dalam melaksanakan seluruh program-programnya dari pengendalian penduduk, kesehatan, peningkatan SDM. Pihaknya belum menambah Kampung KB lagi untuk tahun ini, karena masih fokus pada dua Kampung KB yang ada di wilayah tengah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan, Sri Wahyuningsih, mengungkapkan program Kampung KB dicanangkan sejak 2016. Untuk Kota Balikpapan, Kampung KB yang sudah terbentuk sebanyak 8 kampung. “Tahun 2016 terbentuk 1 Kampung KB, kemudian tahun 2017 ini sudah ada 7 Kampung KB. Sehingga sekarang sudah ada 8 Kampung KB,” paparnya.

Dikatakannya, 8 Kampung KB itu di antaranya 2 Kampung KB Balikpapan Timur, 2 Kampung KB Balikpapan Tengah, sisanya 4 kecamatan masing-masing satu Kampung KB. “Penetapan Kampung KB berdasarkan juknisnya kumuh dan miskin (Kumisan). Kumuh miskin kepesertaan ber-KB rendah serta banyak permasalahan di sana,” sebut perempuan yang akrab di sapa  Yuyun.

Namun demikian, pihaknya belum berencana menambah Kampung KB, karena yang ada dan sudah terbentuk dulu diselesaikan. “Yang ada ini dievaluasi dulu, diharapkan dengan pembentukan Kampung KB akan ada program-program intervensi yang akan dilakukan stakeholdere terkait untuk menyikapi permasalahan-permasalahan yang ada di sana, berdasarkan data potensi yang sudah dimiliki kampung tersebut”, katanya.

Lihat juga...