HAVANA – Amukan Badai Irma merusak kawasan pertanian di sepanjang pantai Kuba Utara. Akibatnya terparah dialami oleh pertanian tanaman tebu di pulau tersebut.
Otoritas setempat menyebut akibat kerusakan lahan tebu, dipastikan petani akan mengalami kerugian pada panen mendatang. “Kita akan menyaksikan kerugian pada produksi industri ini,” kata Wakil Presiden Produsen Gula Azcuba Jose Carlos Santos, Kamis (21/9/2017).
Badai Irma, adalah badai dengan Kategori empat ketika sampai di Kuba. Badai kalai ini mengakibatkan banjir parah di sepanjang pantai saat badai itu bergerak dari timur ke barat pada 8-10 September lalu. Dari pemantauan yang dilakukan badai bergerak dengan angin berkecepatan lebih dari 200 kilometer per jam.
Akibatnya ratusan ribu orang diungsikan dari daerah pantai. Tercatat sebanyak 10 orang tewas, kebanyakan dalam banjir yang diakibatkan oleh badai. Dari analisa yang dilakukan, badai kali ini termasuk paling kuat yang menerjang Karibia dalam 10 tahun terakhir.
Dari pergerakan badai tercatat, kerusakan lahan pertanian terjadi dari Provinsi Holguin di Kuba Timur sampai Artemisa di bagian barat negeri itu. Badai tersebut menerjang Provinsi Camaguey, Ciego de Avila dan Villa Clara dengan sangat keras.
Menurut laporan awal, tak kurang dari 338.000 hektare tanaman tebu rata dengan tanah dan sebanyak 92.000 hektare lagi terencam air.Selain itu, lebih dari 20 pabrik gula menderita sebagian kerusakan. Angin menerbangkan atap gudang, yang mengakibatkan 2.800 ton bahan mentah gula kebasahan
“Bahan yang basah masih bisa diselamatkan dalam proses pengolahan,” tambah Santos.
Jika tidak terjadi badai, panen tebu untuk produksi gula di kawasan tersebut dijadwalkan dimulai pada November. Tapi karena badai yang terjadi, hal tersebut dinilai masih cukup sulit akan terjai. Tahun lalu, Kuba mampu memanen tebu dengan hasil 1,8 juta ton. (Ant)i