Agustus-September 2017, Kebakaran di Area Rinjani Capai 110 Hektare

MATARAM – Kemarau yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, selain mengakibatkan bencana kekeringan dan krisis air bersih, juga telah mengakibatkan terjadinya kebakaran di sejumlah kawasan hutan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kalau berdasarkan data Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), luasan lahan hutan di kawasan TNGR dari Agustus hingga September mencapai 106 hektare,” kata
Kepala Balai TNGR NTB, Agus Budi Santoso di Mataram, Kamis (14/9/2017).

Dengan rincian, terjadi di dua pintu masuk, antara lain, wilayah kerja Kabupaten Lombok Utara (KLU), seluas 4 hektare, lokasi Gunung Sangkareang pada 26 Agustus, dan sudah dipadamkan tim TNGR.

Sementara di wilayah kerja Kabupaten Lombok Timur pada 21 Agustus luasan lahan terbakar 91 hektare berupa alang-alang. Lalu tanggal 23 Agustus di pos tiga seluas 7 hektare.

Kemudian, 26 Agustus seluas 6,6 hektare juga sudah dipadamkan. Terakhir, 13 September di Pusuk Sembalun sisi kiri jalan, terdapat kebakaran seluas 2 hektare jenis rumput dan alang-alang.

“Secara umum penyebab kebakaran adalah faktor cuaca panas, sementara penyebab lain masih kita selidiki, apakah sengaja dibakar atau akibat pengunjung yang buang puntung rokok,” katanya.

Ditambahkan, musim panas seperti sekarang, kondisi hutan memang sangat mudah terbakar ditambah angin kencang. Untuk antisipasi terhadap pengunjung dilakukan briefing untuk menjaga aktivitas, termasuk patroli di jalur daerah rawan.

Sosialisasi ke masyarakat termasuk pengunjung juga dilakukan, supaya tidak sembarangan membakar sesuatu yang dapat menimbulkan kebakaran, termasuk membuang puntung rokok sembarangan.

Lihat juga...