Produktivitas Padi Abdya Capai 10 Ton Per Hektare

BLANGPIDIE – Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Barat Daya, (Abdya), Muslim Hasan, menyatakan produktivitas padi pada musim gadu di daerahnya mencapai 10 to per hektare, meski sebelumnya dilanda kemarau panjang dan diserang hama.

Ia mengatakan, hasil produktivitas 10 ton per hektare tersebut diketahui setelah petugas turun lapangan untuk mengambil ubinan di lahan sawah milik kelompok tani Anugerah di Desa Seuneulop, Manggeng. “Sampel ubinan yang diambil tadi hasilnya bervariasi. Jadi, pada blok pertama diambil sebanyak 6 kilogram gabah kering panen (GKP) = 9,6 ton GKP/Ha, blok kedua 6,5 Kg GKP = 10,1 ton/Ha dan pada blok ketiga 6,5 Kg GKP = 10,1 ton/Ha”, kata Muslim, Selasa (1/8/2017).

Ia menerangkan, ubinan yang telah diambil bersama petugas Badan Pusat Statistik, Babinsa, Manteri Tani, Penyuluh, Keujrueng Blang (Lembaga adat sawah) dan ketua kelompok bersama anggota petani tersebut merupakan padi jenis varietas Situgendit.

Muslim mengaku tidak menyangka kalau produktivitas padi di daerahnya bisa mencapai 10 ton per hektare, karena selama ini berbagai hama penyakit seperti burung pipit dan wereng coklat menyerang tanaman padi ditambah lagi dengan musim kemarau panjang.

“Meskipun kemarau melanda, hama wereng dan burung pipit menyerang, tapi hasil produktivitas padi sangat luar biasa. Bila kita rata-ratakan mencapai 10,1 ton per hektare. Alhamdulillah, ini berkah yang harus kita syukuri,” sebutnya.

Ia mengatakan, produktivitas padi yang luar biasa diperoleh berdasarkan hasil ubinan tersebut tidak terlepas berkat kerja keras petani. Masyarakat petani di Kecamatan Manggeng memang sangat serius dalam mengelola tanaman padi di sawah.

Dari jumlah lahan sawah sekitar 11.178 hektare di sembilan kecamatan, baru sekitar 55 hektare tanaman padi yang sudah dipanenkan petani, sedangkan selebihnya masih menguning dan ada juga sedang mengeluarkan malai (bunga).

“Yang sudah memasuki musim panen padi itu di Kecamatan Blangpidie, Kecamatan Susoh dan Kecamatan Manggeng. Sedangkan selebihnya di Kecamatan Tangan-Tangan, Setia, Lembah Sabilm, Kuala Batee dan Babahrot masih menguning dan sedang mengeluarkan malai,” katanya.

Muslim memprediksi, puncak panen raya padi sawah MT gadu di Kabupaten Abdya diperkirakan pada pertengahan Agustus 2017. “Kalau hasil rata-rata produksi secara keseluruhan belum bisa kita prediksi, sebab tanaman padi di sawah Abdya masih luas belum panen,” demikian Muslim Hasan. (Ant)

Lihat juga...