Pemulung di Surabaya Bisa Naik Haji

SURABAYA — Cita-cita mbah Murip (70), warga Desa Bulubrangsi, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, untuk berangkat haji akhirnya tercapai. Perempuan yang berprofesi sebagai pemulung itu menabung selama tujuh tahun untuk bisa ke tanah suci Mekah.

“Dari hasil menjual sampah, Alhamdulillah bisa menabung sedikit demi sedikit,” kata Mbah Murip, ditemui di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), Jalan Sukolilo, Surabaya, Rabu, (2/8/2017).

Mbah Murip menceritakan, dirinya memiliki keinginan untuk berangkat haji sejak usia 30 tahun. Sejak itu ia mulai menabung mengumpulkan uang hasil dari mengumpulkan sampah, untuk bisa menunaikan Rukun Islam yang ke-5.

Ketika uangnya terkumpul Rp1 juta, mbah Murip lantas menitipkan uangnya pada teman baiknya. Tahun 2010 lalu, mbah Murip berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp20 juta.

“Uang itu saya gunakan untuk daftar ongkos naik haji (ONH),” kata janda 70 tahun itu.

Kemudian pada 2011, janda empat anak itu terus berusaha berupaya mengais rupiah. Selain menjadi pemulung, mba Murip juga nyambi sebagai tukang pijat.

“Alhamdulillah saya bisa mengumpulkan uang Rp20 hingga Rp50 ribu per hari untuk berangkat haji,” katanya sumeringah.

Tujuh tahun menabung, akhirnya mbah Murip terpanggil untuk berangkat ke tanah suci pada musim haji 2017 ini. Mbah Murip akan bersama rombongan kloter 18 melalui Embarkasi Surabaya.

Dalam kesehariannya, mbah Murip hidup dalam kesederhanaan. Ia makan hanya berlauk sayur sayuran dan karak (sisa nasi dikeringkan dan dimasak lagi).

Ia pun mengaku kalau tetangga sekitarnya sering memberi uang dan makanan padanya. “Mbah kalau makan cukup dengan daun singkong, nggak pakai ikan,” tuturnya.

Kesederhanaan dan susahnya hidup mbah Murip tak lantas menghilangkan kepeduliannya pada sesama.

“Alhamdulillah rejeki selalu ada. Saya bekerja sebagai pemulung, mijet dapet uang. Uangnya nanti juga saya kasih ke anak yatim dan orang miskin. Meskipun miskin, aku ingin beramal, nanti malah rejeki saya bertambah,” ucapnya.

Tak banyak harapan Mbah Murip saat menjalankan ibadah haji. Ia hanya ingin dosa dosanya diampuni Allah. “Saya juga akan berdoa agar anak-anak saya menjadi anak sholih dan bisa berhaji nantinya,” kata Mbah Murip.

Lihat juga...