Oktober 2017, Bayar Tol Bali Mandara Harus Pakai Unik
DENPASAR — Per tanggal 1 Oktober mendatang, pembayaran di Tol Bali Mandara sudah tak menggunakan uang tunai melainkan Uang Elektronik (Unik). Hal tersebut disampaikan Drajad Hari Suseno, Corporate Public Relations PT Jasamarga Bali Tol, Sabtu (19/8/2017).
Untuk menerapkan hal tersebut, pihaknya telah melakukan berbagai upaya sosialisasi yang dilakukan bersama dengan pihak bank.

Suseno menambahkan, banyak keuntungan menggunakan transaksi non tunai, transaksi lebih cepat sehingga mengurangi antrean. Selain itu nilai transaksinya lebih pasti, karena selain digunakan untuk bayar jalan tol juga bisa digunakan untuk belanja di minimarket.
“Sebenarnya banyak keuntungan menggunakan Unik, kita bisa terhindar dari peredaran uang palsu. Ini sebenarnya adalah program pemerintah yang dipelopori oleh kementerian PUPR dan BUMN yang didukung dengan Gerakan Nasional Non Tunai,” ucap Suseno.
Selain itu untuk mempercepat sosialisasi kini pihaknya akan membuat alat peraga berupa spanduk dan akan segera terpasang di sepanjang Jalan Tol Bali Mandara.
Dalam menghadapi program Unik ini pihaknya mengaku tak mengalami masalah teknis, hanya saja yang perlu diantisipasi adalah masyarakat yang tak tahu atau tak terbiasa menggunakan Unik. Oleh karenanya pihaknya membutuhkan bantuan dari berbagai pihak termasuk media massa untuk turut serta membantu sosialisasi program yang dicanangkan ini bisa berjalan dengan baik.
“Kendalanya saat ini sebenarnya adalah mengubah kebiasaan masyarakat yang semula biasa menggunakan uang tunai beralih menggunakan Unik,” tutupnya.
Sementara itu, meski tinggal 42 hari lagi, rencana penerapan Unik ternyata belum sepenuhnya diketahui oleh masyarakat. Seperti yang dikatakan oleh Dimas Bagaskara, salah seorang mahasiswa yang sering menggunakan fasilitas jalan tol mengaku tidak tahu dengan program baru tersebut, namun dia sangat setuju jika itu benar-benar diterapkan.
“Biar lebih efisien,” ucap Dimas.