Monumen Cinta Habibie dan Ainun yang Menginspirasi

PARE-PARE — Menginjakkan kaki di kota Pare-pare membawa penulis ke Monumen Cinta sejati Habibie dan Ainun. Monumen yang terletak di jalan Bau Massepe ini tidak pernah sepi dari pengunjung, baik lokal maupun luar daerah. Contohnya saja, sore ini sekitar 50 puluh orang tampak mengelilingi monumen tersebut.

Ada yang sedang asyik bercengkrama bersama teman, dan ada pula yang sedang tampak asyik mengabadikan momen bahagia bersama pasangannya. Selain dinikmati, warga monumen ini juga sebagai ikon kota Pare-pare.

Menurut M. Syukur, salah satu warga kota Pare-pare, dirinya sering mengajak anak dan istrinya menikmati monumen ini.

“Tidak hanya di Korea dan juga Bandung saja yang ada tempat mencurahkan kasih sayang, di monumen ini juga bisa. Bahkan monumen ini menjadi inspirasi bagi setiap pasangan di kota Pare-pare,” ungkap Syukur pada cendana news.

Monumen ini dibuat pada 12 mei 2015 dengan menghabiskan APBD sebesar 1,5 triliun dengan ketinggian pantung mencapai tiga meter. Walaupun menghabiskan dana sebesar itu monumen cinta sejati ini selalu menarik wisatawan untuk datang ke kota Pare-pare ini.

Selain sebagai ikon dari kota Pare-pare, monumen ini juga dibuat untuk didedikasikan kepada Habibie, Presiden ketiga RI. Bahkan momumen ini diresmikan pada saat ulang tahun pernikahan BJ Habibie dan Ainun yang ke 53 tahun dan diwaktu peresmian, dinyalakan kembang api sebanyak 53 kali dan begitu meriah.

Syukur juga menambahkan monumen ini juga membuktikan bahwa Habibie tidak hanya pintar. Namun kisah cintanya dan dengan Ainun sangat menginspirasi.

“Saya banyak belajar dari pak Habibie tidak hanya kaya akan ilmu tapi sikap dalam membangun rumah tangga bersama istrinya (ibu Ainun) patut kita beri apresiasi,” tambahnya.

Tidak hanya warga kota Pare-pare yang sering mengunjungngi monumen cinta Habibie dan Ainun. Namun juga wisatawan lokal yang datang melintasi Pare-pare kerap menyinggahi monumen cinta sejati. Monumen ini memiliki daya tarik tersendiri bagi kota Pare-pare.

Menurut Adil Akbar Ilyas, kesekian kalinya menginjakkan kaki di kota Pare-pare ini. Setiap kali melihat monumen ini hatinya seperti bedebar.

“Ini karena sebagai bentuk penyatuan dua insan yang menyatu dalam cinta sejati. Saya berharap bisa membawa orang yang saya cintai atau pasangngan saya ke tempat romantis ini,” ceritanya.

Tidak hanya menarik para wisatawan, namun, juga membawa berkah terhadap pedagang kaki lima yang berada di sekitar lapangan Makasau. Ini karena lapangan bersebelahan dengan monumen.

Basse, salah satu pedagang kaki lima yang sering mangkal di sekitar lapangan makasau mengatakan dirinya sering meraup untung Sebanyak Rp150.000.

” Dulu lapangan ini sangat sepi, akan tetapi setelah adanya patung monumen di bangun dekat dengan lapangan ini banyak pengunjung yang datang kemari,” tutup Base.

Bahkan tidak hanya pedagang kaki lima yang datang mendapatkan keuntungan. Bahkan badut-badut yang sering mangkal di daerah ini mendapat bayaran yang banyak untuk menghibur anak-anak yang ada di kota Pare-pare.

Lihat juga...