MAUMERE – Meski kesempatan dan peluang yang diberikan kepada kaum perempuan untuk terlibat dalam panggung politik begitu besar namun perempuan di kabupaten Sikka belum banyak yang terjun ke dunia politik.
Demikian disampaikan Bupati Sikka Drs.Yoseph Ansar Rera kepada Cendana News Rabu (2/8/2017) siang usai berbicara dalam rapat senat terbuka Pengenalan Kehidupan Kamous Mahasiswa Baru (PKKBM) di aula Unipa Maumere.
Dalam kaitan dengan persamaan hak dan kedudukan sesungguhnya ada banyak kesempatan yang diberikan oleh pemerintah maupun masyarakat, tinggal bagaimana upaya dari kaum perempuan itu sendiri untuk memanfaatkan kesempatan itu.
“Dalam upaya keterlibatan perempuan di panggung politik, sesungguhnya dari berbagai regulasi baik itu regulasi yang mengatur secara umum maupun regulasi dari berbagai partai politik memberi kesempatan yang sangat luas kepada kaum perempuan,” ujarnya.
Undang-undang politik sebut Ansar, mengharuskan 30 persen keterlibatan perempuan di lembaga-lembaga politik baik itu partai politik maupun lembaga-lembaga politik seperti DPR, DPRD, DPD.
Sulitnya mendapakan kader-kader perempuan untuk menjadi anggota kepengurusan dalam partai politik maupun untuk menjadi calon legislatif yang maju dalam partai politik itandasnya, berarti belum ada keinginan yang kuat dari perempuan walaupun ada kesempatan.
Meningkatkan Kapasitas
Dalam Pelatihan Kepemimpinan Bagi Perempuan Potensial Pada Partai Politik dan Organisasi Perempuan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sikka sejak Selasa (1/8/2017) hingga Rabu (2/8/2017) di Maumere para perempuan juga dibekali dengan ilmu-ilmu terkait kepemimpinan.
Bupati Sikka saat membuka kegiatan tersebut, juga emberikan apresiasi kepada Ibi-ibu atau kaum perempuan yang mengikuti kegiatan pelatihan ini mengingat keterlibatan perempuan dalam berbagai kegiatan merupakan persoalan yang agak susah-susah gampang,sebab kadang-kadang perempuan di Sikka harus dipaksa sedemikian rupa.
Padahal lanjut bupati Ansar, perjuangan selama ini dalam mencapai kesetaraan gender terus-menerus dilakukan dan diperjuangkan terutama oleh kader-kader perempuan yang belum ditanggapi secara serius oleh laki-laki.
“Pemerintah Kabupaten Sikka sangat serius memperjuangkan kesetaraan gender, ini dibuktikan dengan perwakilan kaum perempuan dalam jajaran birokrat Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Sikka yang mana dalam jajaran Eselon II perwakilan perempuan mencapai 7 orang atau rata-rata 30 persen lebih dengan prestasi kerja yang hebat pula,:” sebutnya.
Ansar berharap berharap keterlibatan kaum perempuan dari segi jumlah harusnya semakin meningkat dalam bidang apa saja dan semoga ke depan ini dambaan 30 persen keterlibatan perempuan di lembaga politik bisa terpenuhi.
Selain itu, lanjutnya, dengan pelatihan-pelatihan yang diberikan bisa meningkatkan kapasitas kaum perempuan agar benar-benar berperan dalam dunia politik dan yang ikut pelatihan dapat menularkan, memotivasi kepada kaum perempuan agar semakin banyak perempuan yang terlibat baik dalam kegiatan politik maupun sosial kemasyarakatan sehingga peran perempuan sejalan dengan jumlahnya.

Salah Persepsi
Sementara Ketua DPRD Kabupaten Sikka Rafael Raga, SP kepada Cendana News menyampaikan bahwa masih banyak salah persepsi tentang gender dan peran gender di tengah masyarakat.
Banyak orang sebut Rafael, menganggap gender sama dengan perempuan dan peran gender langsung dikaitkan dengan peran perempuan, padahal gender yang dimaksudkan adalah keadilan dan kesetaraan baik dalam hal pembagian tugas, peran dan tanggungjawab dimanapun kita berada tanpa membedakan jenis.
“Undang-undang partai politik sudah mengharuskan kepengurusan partai politik 30 persen dan undang-undang pemilu juga sudah mengharuskan calon setiap partai 30 persen perempuan, tetapi untuk dipilih tergantung pada yang memilih,” ungkapnya.
Rafael juga mengajak kaum perempuan untuk membangun kapasitas dan kapabilitas agar setara dengan kaum laki-laki baik di bidang politik, ekonomi maupun sosial kemasyarakatan.
Dengan berbagai materi yang disampaikan dalam pelatihan kepemimpinan yang diikuti kaum perempuan, dirinya percaya terjadi penguatan kapasitas dan kapabilitas, kesadaran untuk menunjukan bahwa perempuan juga bisa.
“Perempuan potensial tidak hanya berkiprah di bidang politik tapi bisa berkiprah di setiap sektor seperti organisasi kemasyarakatan, PKK dan lainnya,” tegasnya.