Menikmati Kemewahan Eksotisme Pegunungan Sewu di Batoer Hill
YOGYAKARTA — Jajaran perbukitan Pegunungan Sewu, nampak membentang dari ujung sisi timur tempat muncul matahari, hingga sisi barat, tempat senja bersemayam di Batoer Hill. Saat cuaca cerah, arak-arakan awan putih nampak beriritan seperti berenang di keluasan langit biru yang terhampar di atas bumi Handayani.
Di salah satu sudut, sejumlah muda-mudi nampak berswafoto di tepi kolam renang yang berada tepat di bibir bukit. Di sudut lainnya, kawanan keluarga terlihat bercengkerama di kursi-kursi bermeja pada terasan kayu beratap langit yang langsung menghadap panorama. Sedang di sudut ujung barat, jajaran bungalow bernuansa kayu yang masih harum bau plitur seperti menunggu untuk disinggahi.
Kawasan wisata Batoer Hill yang terletak di dusun Batur, Putat, Pathuk, Gunungkidul, memang belum genap dua bulan dibuka. Objek wisata baru yang berada tak jauh dari kawasan Nglanggeran, ini memang menawarkan nuansa wisata berbeda dari objek wisata pada umumnya di Gunungkidul. Seolah mengikuti tren wisata perbukitan yang sedang booming di Yogyakarta, Batoer Hill tetap menawarkan keindahan lanskap Gunungkidul dari sudut yang berbeda.

Meski konsep pengembangan wisatanya tak jauh berbeda dengan kawasan wisata Pinus Pengger, Imogiri, Batoer Hill memiliki keunikan tersendiri. Dikonsep berbasis Resto dan Resort, lokasi wisata baru ini memang menawarkan fasilitas yang mewah namun terjangkau. Memiliki sejumlah spot selfie berupa gardu pandang, pengunjung juga bisa menyantap hidangan sembari melihat pemandangan perbukitan.
Pengunjung juga dapat berenang pada kolam renang yang seolah berada di atas awan, seperti konsep kolam renang roof top atau di ujung sebuah gedung tinggi. Bahkan kolam renang ini dilengkapi fasilitas air hangat sehingga cocok untuk berendam sambil bersantai menikmati keindahan pemanadangan berupa hamparan pegunungan dan nuansa khas pedesaan.
“Kita memang ingin menawarkan konsep wisata pegunungan yang eksklusif dan mewah berupa resort dan resto, namun masih terjangkau untuk kalagan menengah ke bawah. Sehingga semua kalangan tetap bisa menikmati,” ujar Manager Operasional Batoer Hill, Agung Prasetyo.
Dijelaskan Agung, dari sisi pengelolaan pihak Batoer Hill pun selalu melibatkan masyarakat sekitar. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk ikut membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. Yakni dengan menjalin kerjamsama baik dengan pemerintah desa maupun BUMDes. Perlu diketahui sebelum menjadi objek wisata seperti saat ini, dulu Batoer Hill merupakan bukit atau gunung milik pemerintah desa.
“Kita sepenuhnya melibatkan warga, mulai dari SDM seperti tukang parkir sampai waiters, termasuk bahan baku sajian makanan juga dari warga sekitar. Kita juga berencana menyediakan tempat untuk menjual potensi sekitar. Apalagi daerah ini kan terkenal dengan kerajinan topeng kayunya. Termasuk juga menampilkan kesenian tradisional masyarakat yang ada,” katanya.
Berada sekitar 40 km dari pusat Kota Yogyakarta, Batoer Hill dapat ditempuh dengan waktu sekitar 1 jam menggunakan kendaraan pribadi. Akses jalan menuju Batoer Hill saat ini juga sudah cukup baik. Hanya saja jalan menuju lokasi ini cukup menanjak, meskipun sudah beraspal dan memiliki bahu jalan cukup lebar. Untuk sampai ke Batoer Hill, pengunjung hanya cukup menuju arah Jalan Wonosari Jogja. Kemudian sampai di pertigaan Sambipitu, masuk arah utara menuju arah Desa Wisata Bobung. Pengunjung hanya tinggal mengikuti plang penunjuk yang sudah ada.
Untuk menikmati wisata baru Gunungkidul ini pengunjung hanya perlu membayar menggunakan voucher seharga Rp25ribu yang dapat digunakan untuk berfoto, berenang atau makan di resto yang ada. Sementara untuk menginap di bungalow yang ada pengunjung dikenakan biaya per malam.