Mahasiswi Ini Buka Peluang Bisnis Bermodal Skill Menggambar

SEMARANG –  Kemampuan menggambar dengan bagus merupakan kelebihan khusus yang tidak dimiliki banyak orang. Sadar akan kelebihannya dalam menggambar, Reni Widhiastuti kemudian berinisiatif membuka peluang bisnis bermodal skill menggambar yang dimilikinya.

Produk yang ditawarkan oleh mahasiswi Universitas Negeri Semarang ini adalah ilustrasi foto dan pop art card. Adapaun produk variannya adalah gambar digital yang bisa berupa ilustrasi semi realis, ilustrasi kartun, siluet, sketsa, dan painting dengan ukuran A5 hingga A3. Ada juga produk gambar manual berupa ilustrasi realis dengan ukuran A5 hingga A3. Sedangkan varian produk pop art card ada dua yaitu pop up card custom dengan ukuran A4 dan A3 lipat 90° dan 180°, exploding box custom dengan ukuran 10×10, 12×12 , dan 14×14.

“Jika diperlukan, saya juga menyediakan jasa untuk mencetak foto tersebut dan juga menjual frame fotonya. Pelanggan bisa tidak menghendaki harga yang saya berikan, sebab belum termasuk cetak dan frame foto,” Kkta Reni saat ditemui, Selasa (29/8/2017).

Reni mengaku, ide membuka usaha Renimaji Art & Craft berawal dari dirinya yang hobi menggambar secara manual dan digital. Dia sendiri juga sedang menempuh kuliah jurusan seni, konsentrasi desain komunikasi visual dengan minat ilustrasi. Awal niat hanya ingin meningkatkan skill menggambar digital dan bisa menawarkan jasa melalui website seperti fiver & deviant art. Tapi dia mengamati teman sesama jurusannya justru sering mendapat klien dari teman-temannya sendiri, maka kemudian memutuskan untuk mencoba mendapatkan klien di sekitarnya.

“Saya belajar dengan mencari referensi dari instagram untuk beberapa bisnis sejenis yang sudah berjalan. Dengan referensi tersebut akhirnya saya berinisiatif membuka bisnis dengan label “Renimaji”. Saya mencoba mengembangkan bisnis ini dengan memanfaatkan skill yang saya punya berbekal kemampuan dan tutorial dari youtube,” imbuh Reni.

Reni menjelaskan, pemasaran yang dilakukan memiliki 2 strategi khusus yaitu pemasaran melalui media sosial dan mematok harga yang tidak murah. Dia memasarkan produk dan jasanya melalui media sosial, website jual beli dan rekomendasi ke beberapa teman. Kedua, dia menawarkan produknya dengan harga rata-rata, walaupun bisnis lain memasang harga lebih murah dari Renimaji, namun ia tetap yakin akan kualitas produk yang lebih baik. Meskipun demikian, sesekali dia memberikan potongan harga atau produk pelengkap yang gratis supaya jumlah customer bertambah.

Bahan dan alat yang digunakan Reni dalam membuat produk bukanlah bahan yang sekali pakai sehingga biaya produksinya tidak begitu banyak. Dalam membuat produk gambar digital, Reni menggunakan laptop dengan aplikasi adobe photoshop CS5, corel draw, dan paint tool sai. Sedangkan untuk produk gambar manual, dia memerlukan kertas, pensil, penghapus, cat air, dan pensil warna. Sementara untuk pop up card dan exploding Box, dia membutuhkan kertas ivory, double tape, gunting, pita, double foam, kertas karton, kertas kado, dan sterofoam.

“Kendala yang sering saya hadapi yaitu posisi saya sebagai mahasiswa seringkali menyulitkan saya untuk mengatur waktu antara tugas akhir dan pekerjaan terutama saat orderan menumpuk. Sulit menemukan percetakan dengan kertas tertentu yang kualitas bagus. Selain itu ada beberapa costumer yang meminta desain gambar yang kadang cukup merepotkan,” tutur Reni.

Kendala tersebut tidak menyurutkan semangat Reni dalam mengembangkan bisnis ini. Dia mengaku memilih usaha ini karena selain bisa meningkatkan skill, belum banyak bisnis yang brgerak di bidang ilustrasi dengan target customer lokal. Selain itu bisnis ini dapat dikerjakan di rumah sehingga dia bisa melakukan sembari beraktivitas lain.

“Bisnis saya awalnya menargetkan pasar instagram, jadi saya up load beberapa porto folio ilustrasi. Cukup sulit menambah followers dan minat masyarakat, apalagi usaha saya yang masih baru dan belum dikenal. Awalnya, saya hanya membuka pesanan untuk ilustrasi, lalu saya merasa saya harus lebih kreatif untuk menambah produk lainnya. Alhamdulillah saat ini pemesanan semakin hari semakin bertambah. Meski belum genap setahun dan nilainya naik turun, omzet saya saat ini berkisar antara 1,6 juta hingga 2 juta rupiah per bulan,” ujar Reni.

Reni berharap, dirinya mampu menciptakan produk-produk baru yang lebih kreatif sehingga mampu bersaing dengan bisnis kreatif lainnya. Dia juga menyampaikan pesan kepada para pemuda untuk tetap semangat menciptakan produk-produk kreatif bernilai jual tinggi supaya para pemuda Indonesia tidak kalah saing dalam perekonomian global.

Reni Widhiastuti. Foto: Khusnul Imanuddin
Lihat juga...