Kenalkan Bencana Sejak Dini, Murid TK Belajar ke Kantor Damkar

DENPASAR — Bunyi Sirine mobil pemadam kebakaran di Pos Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jalan Pos Juanda Karta Wijaya Renon tiba-tiba berbunyi. Hal tersebut menandakan bahwa telah terjadi kebakaran. Terlihat beberapa pasukan Pemadam Kebakaran (Damkar) sudah bersiap menaiki mobil untuk segera menju lokasi.

Hal tersebut merupakan simulasi kegiatan kesiap-siagaan petugas Damkar yang diberikan kepada puluhan siswa Taman Kanak-kanak (TK) Bakti Wedanta Denpasar saat mengikuti kegiatan belajar luar yang diadakan oleh sekolahnya.

Menurut Kepala TK Bakti Wedanta kegiatan tersebut merupakan salah satu kegiatan yang masuk dalam mata pelajaran pengenalan profesi dan salah satunya yang dijelaskan tentang tugas serta fungsi petugas pemadam kebakaran.

“Tujuannya adalah untuk memperkenalkan kepada anak-anak secara dini bahwa jika terjadi suatu bencana siapa yang bisa dihubungi, misal ada kebakaran, ada pohon tumbang, ada kecelakaan, sehingga tahu siapa yang perlu dimintai tolong,” ucap Yamuna Mae.

Yamuna menambahkan, kegiatan ini sering mendapat respon positif baik dari siswa maupun dari wali murid sendiri. Kegiatan ini merupakan rutin dilakukan setiap tahun yang diikuti oleh murid perangkatan setiap tahunnya.

Selain diberikan pelatihan tentang kesigapan para murid TK ini juga diberikan pelatihan bagaimana cara memadamkan api. Terlihat mereka antusias saat diberikan arahan oleh salah satu instruktur.

“Melalui pendidikan sejak dini ini harapan ke depannya adalah setiap muridnya mempunyai insting serta keperdulian terhadap bencana yang terjadi di sekitarnya. Dan hasilnya akan dilaporkan kepada wali murid,” imbuh Yamuna.

Sementara itu, Budi Utama Yuana selaku Kasi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Denpasar, mengatakan, dalam sebulan pihaknya sering menerima kunjungan belajar sepuluh kali dalam sebulan, mulai dari TK hingga murid SMA.

Biasanya materi yang diberikan kepada murid yang melakukan kunjungan ke tempatnya lima Hasat Kebencanaan, mulai dari bencana alam, bencana sosial dan lain sebagainya.

“Karena saat ini kunjungan dari TK dan sifatnya anak-anak lebih banyak yang diberikan adalah pengertian dan peragaan serta pemutaran film. Artinya pelatihan dan pengenalan tentang bencana ini dikemas sedemikian rupa sehingga disukai oleh anak-anak,” ucap Budi.

Budi menambhakan, melaui kegiatan ini dia berharap di Denpasar sudah bisa membentuk Sekolah Aman Bencana (SAB) di masing-masing sekolah sehingga nantinya setiap murid bisa menjadi bagian dari petugas peduli bencana.

“Oleh sebab itu kami berencana melakukan kerja sama dengan pihak Dinas Pendididkan Kota Denpasar untuk segera membetuknya,” imbuh Budi.

Anak-anak TK mengenal mobil Damkar/Foto: Sultan Anshori.
Kepala TK Bakti Wedanta Denpasar Yamuna Mae /Foto:Sultan Anshori.
Budi Utama Yuan Kasi Bidang Pencegahan dan Kesiap-siagaan BPBD Kota Denpasar/foto: Sultan Anshori.
Lihat juga...