Forum Indonesia Menilai Nawacita Jauh dari Pencapaian
JAKARTA – Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Forum Indonesia (FI) menyoroti capaian pembangunan ekonomi kabinet kerja selama pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla.
Koordinator Forum Indonesia, Megel Jekson, mengatakan, guna mempercepat pembangunan ekonomi tersebut, Presiden Joko Widodo harus segera melakukan langkah-langkah pencapaian, di antaranya mendesain R-APBN 2018 yang lebih realistis, politik anggaran serta merombak kabinet pemerintahan di bidang ekonomi, karena dinilai tak memahami spirit Nawacita dalam menerapkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
“Tiga hal ini penting untuk mempercepat pencapaian janji Nawacita,” ujar Megel, dalam dalam diskusi ‘Menakar APBN 2018 dan Agenda Nawacita’ di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (25/8/2017).
Presiden diminta untuk merombak kabinet pemerintahan di bidang ekonomi, terutama menteri yang kinerjanya tidak sejalan dengan agenda Nawacita. Seperti Menteri BUMN yang selalu meminta suntikan penyertaan modal negara (PMN), bahkan hingga kini belum tampak performance atau prestasinya dalam Kementerian BUMN, itu.
Desain politik anggaran, jelas Megel, memang harus disesuaikan, karena di situlah agenda dan spirit Nawacita untuk direalisasikan. Karenanya, bila itu tak dilakukan, Nawacita akan tetap jalan di tempat dari capaian pembangunan yang dihasilkan pemerintah.
Nawacita, lanjutnya, bahkan semakin sulit untuk diwujudkan bila masih ada menteri yang kinerjanya justru tak sejalan dengan janji prioritas pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla, itu.
“Sebagai contoh, jika ingin meningkatkan kesejahteraan rakyat, maka presiden harus konsisten mendorong alokasi subsidi yang produktif,” tuturnya.
Untuk itu, dirinya meminta agar Presiden Joko Widodo segera merombak kabinet pemerintahan di bidang ekonomi. Sebab, urgensi mewujudkan janji Nawacita itu pun tenggat waktu yang tersisa hanya sekitar 2 tahun lagi. Sehingga, janji-janji politik yang diutarakan saat kampanye itu bisa terpenuhi.
Sementara, Sekjen Forum Indonesia, Suhardin Mansyur, mengatakan, bahwa dengan melihat angka-angka fantastis dalam R-APBN 2018 itu tetap tak bisa membuat agenda Nawacita bakal tercapai dalam waktu dekat. Menurut dia, kondisi yang ada saat ini sudah jauh melenceng dari target ideal yang diinginkan dalam program Nawacita.
Suhardin mengatakan, target yang diusulkan pemerintah untuk pertumbuhan ekonomi 2019 sebesar 7 persen itu jauh dari capaian perekonomian saat ini, karena hanya pada level 5,01 persen. Sebab, tax rasio tetap berada pada level 0,41. Hal itu menunjukkan belum adanya peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan manusia Indonesia yang bermakna semasa pemerintahan Presiden Joko Widodo.
“Jadi, Presiden Jokowi harus bekerja keras untuk tuntaskan dan merealisasikan janji-janji Nawacita itu”, bebernya.