Diduga Terkena Bom, Seekor Paus Raksasa Mati di Pantai Ende  

ENDE — Aksi pengeboman ikan di perairan kabupaten Ende mendapat kecaman berbagai pihak termasuk dikarenakan aksi para pengebom sudah sangat keterlaluan dimana kejadian terakhir seekor ikan Paus berukuran besar mati dengan kulit berwarna kehitaman akibat terbakar.

Phlipus Kami, Ketua Aliansi Masyarakat Adat  Nusantara (AMAN) Nusa Bunga mengecam keras perilaku tidak terpuji nelayan di mana seekor ikan paus berukuran panjang sekitar 15 meter dan tinggi sekitar 3 meter terdampar di Pantai Bitan,  Kota Ende, Kabupaten Ende  Sabtu (19/8/2017) sekitar pukul 11.00 WITA.

Kepada Cendana News, Kamis  (24/8/2017) Lipus sapaannya menyebutkan,  ikan tersebut diperkirakan sudah mati  dan terombang-ambing di laut selat Ende selama 2-3 hari sebelum ditemukan warga terdampar di pantai.

“Tubuh ikan Paus terlihat  hitam terbakar dan terkupas sehingga besar kemungkinan ikan ini pasti mati akIbat terkena bom oleh nelayan. Saya berharap pemerintah dan aparat keamanan harus mengambil tindakan tegas kepada para pengebom yang kerap beraksi,” pintanya.

Lipus menyebutkan tindakan oknum nelayan yang membom  hewan mamalia ini sangat tidak terpuji. Membom ikan akan merusak habitat dan ekosistem laut lainnya apalagi ikan paus saat ini sudah mulai punah di perairan Flores dan Lembata.

Menurut penuturan Lorens Peu warga setempat, ikan naas ini muncul dari arah laut selatan bak kapal nelayan yang hilang muncul di permukaan laut namun sampai di pantai ternyata seekor paus yang telah mati.

Saat terdampar kata Lorens, tubuh ikan terbesar ini sudah berbau busuk namun dalam sekejap banyak warga yang berdatangan ke pantai ikut mengambil minyak dan daging ikan tersebut bahkan ada yang membawa tulang ikannya.

Kepala dinas Perikanan kabupaten Ende H.Muslim Rauf/ Foto : Ebed de Rosary

Kepala Dinas  Perikanan Kabupaten Ende, H. Muslim Rauf saat ditanyai Senin (21/8/2017) di ruang kerjanya.mengatakan pihaknya belum mengetahui keberadaan mamalia laut tersebut. Dirinya baru pulang dari Surabaya mengantar jemaah haji Kabupaten Ende yang berangkat ke Mekah beberapa hari yang lalu.

Namun dirinya berjanji akan melakukan koordinasi dengan Dinas PU Kabupaten Ende untuk melakukan evakuasi menggunakan alat berat eksavator namun setelah sorehnya tim dari dinasnya turun ke lokasi ternyata bangkai ikan paus tersebut sudah hancur semua dan yang tersisa hanya kulit luarnya dan tulangnya saja sehingga tidak jadi dilakukan evakuasi.

Lihat juga...