Banjir Tantangan Balikpapan Raih Adipura Kencana
BALIKPAPAN — Persoalan banjir menjadi tantangan Kota Balikpapan dalam mempertahankan penghargaan Adipura Kencana. Tahun ini kita Madinatul Iman ini kembali memperoleh penghargaan Adipura Kencana yang ke 5 kalinya dalam bidang kebersihan lingkungan. Tidak hanya penghargaan Adipura Kencana, Balikpapan juga memperoleh 6 penghargaan Adiwiyata Mandiri untuk SD dan SMP Negeri.
Wali Kota Rizal Effendi mengungkapkan banyak hal yang perlu diperbaiki dalam dalam lingkungan meski sudah mendapatkan penghargaan Adipura Kencana. Banjir salah satunya adalah tantangan bagi kota untuk menanggulangi, karena dampak setelah banjir sampah dari air yang larut akan terlihat.
“Banjir salah satunya yang menjadi tantangan kita, makanya kita terus perbaiki dengan menanam dan pengembangan yang bangun perumahan harus memperhatikan bendali maupun RTH- nya,” jelasnya Rabu, (2/8/2017).
Menurutnya, penilaian perolehan penghargaan Adipura Kencana ini langsung dari pusat dan Balikpapan tetap berupaya menjaga kebersihan lingkungan.
Terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan Suryanto mengatakan dalam perolehan penghargaan Adipura Kencana Balikpapan harus punya inovasi baru dalam bidang kebersihan lingkungan.
“Kalau dulu penilaiannya bagaiman pengelolaan sampahnya. Kalau sekarang penilaian nya itu yaitu pemilahan dan pengelolaan sampah. Karenanya pemilahan dan pengelolaan sampah terus dilakukan,” ungkapnya.
Dijelaskannya, motivasi lainnya Balikpapan juga sudah melaksanakan MoU dengan Pupuk Indonesia dalam hal pemilahan dan pengelolaan sampah menjadi pupuk organik.
“Setiap tahun, Balikpapan harus punya inovasi baru dalam pengelolaan sampah untuk mengurangi sampah yang diangkut ke TPA Manggar. Tahun 2018 pembangunan pabrik juga mulai dilaksanakan pupuk Indonesia sesuai kerjasamanya,” bebernya.
Sedangkan dalam sanitasi air, Balikpapan juga terus berupaya sanitasinya tetap bersih dengan penyedotan septic tank yang mulai dilaksanakan tahun ini.
“Inovasi sanitasi air juga dilaksanakan, PDAM tahun ini sudah mulai program septic tank. Tahun depan penghargaan Adipura Kencana akan terus kami pertahankan dengan inovasi lainnya,” ujarnya.
Diperolehnya penghargaan Adipura Kencana itu, Pemerintah Kota memberikan bonus kepada pasukan kuning atau petugas penyapu jalanan. Adapun jumlah pasukan kuning, termasuk pertamanan sebanyak sekitar 900 orang. Bonus yang diberikan tahun ini menurun dari tahun sebelumnya, mengingat anggaran kota mengalami defisit.
Salah seorang pasukan kuning Sahid (47) menyambut bahagia dengan perolehan penghargaan tersebut. Karena setelah Balikpapan memperoleh penghargaan, maka upaya membersihkan kota sangat baik, dan pihaknya juga memperoleh bonus.
“Senang sekali Balikpapan bisa dapat penghargaan, apalagi kita dapat bonus. Nggak apa menurun, yang penting kami dapat bonus. Semua yang diperoleh harus disyukuri,” ulas pria yang sudah bekerja sebagai penyapu jalan selama 7 tahun.
Ia mengharapkan gaji yang diperolehnya bisa naik dan Balikpapan tetap menjadi kota yang bersih. “Harapannya gaji naik, sekarang gaji sudah Rp1,8 juta dan yang ada sekarang sudah cukup. Ya dicukupi sesuai kebutuhan yang ada,” tutupnya.