Walikota Jayapura Minta PGGS Berkati Kota Bukan Merazia
JAYAPURA — Kota Jayapura memiliki penduduk yang sangat heterogen dan mempunyai teologias yang sangat tinggi. Selayaknya Persatuan Gereja Gereja se-Kota Jayapura (PGGS) memberkati kota, bukan melakukan razia minuman beralkohol bersama aparat keamanan.
“Saya tak setuju dengan adanya dewan Kota Jayapura, jadi saya bentuk menjadi PGGS Kota Jayapura agar dapat bantu memberkati Kota ini dan bukan wadah untuk mencari uang. Dan saya tak setuju PGGS ikut bersama razia TNI – POLRI,” tegas Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano di sela-sela musyawarah Persatuan Gereja Gereja Se-Kota Jayapura, Rabu (5/7/2017).
BTM sapaan akrabnya kembali meminta kepada PGGS Kota Jayapura agar tak ikut-ikutan di luar dari fungsional yang seharusnya mereka kerjakan. Ia menyarankan PGGS berikan masukan berupa ide dan petunjuk dalam kehidupan rohani.
“Ini semua untuk kemajuan Kota ini dan menjaga keutuhan kehidupan kristus dan iman agar masyarakat tak terjerumus dengan mengkonsumsi berlebihan minuman beralkohol,” ujarnya.
Saat ini marak kejadian tindak kriminal di tengah masyarakat yang bermula dari konsumsi minuman beralkohol seperti pemalangan, pembunuhan dan kekerasan-kekerasan lainnya. Sehingga dirinya mengajak agar PGGS membantu pemerintah daerah setempat dengan meningkatkan iman.
“Ada beberapa masalah hangat di kota Jayapura, antara lain peraturan daerah minuman beralkohol. Kota Jayapura belum melakukan pelarangan namun hanya pembatasan konsumsi saja. Saya bekerja sesuai aturan yang berlaku dalam keutuhan NKRI,” katanya.
Walaupun provinsi Papua mempunyai Undang-Undang Otonomi khusus (Otsus), lanjutnya, semua itu harus sejalan dengan UU yang berlaku di negara Indonesia. Dirinya berbicara serta bertindak sesuai aturan dan bukan kemauan dirinya sendiri.
“Kami membuat hal ini agar anak kita dekat dengan rumah sehingga tak menjadi suatu keresahan kepada warga. Apabila jauh dari rumah maka akan menimbulkan hal-hal kecil dan terjadi permasalahan baru, ini sesuai dengan database kami yang ada di Kota Jayapura,” tuturnya.
Ketua PGGS Se-Kota Jayapura, Pdt. DR. James Wambrauw juga menyoroti penyakit masyarakat terkait konsumsi minuman beralkohol berlebihan yang dapat menimbulkan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta ketidaknyamanan di Kota Jayapura.
“Kami telah bersatu untuk membentuk suatu satgas dengan bekerja sama dengan TNI-POLRI dalam menciptakan Kamtibmas Kota Jayapura yang kondusif dan kami dari PGGS akan mendukung demi kemajuan Kota Jayapura,” kata Pdt. DR. james Wambrauw.
Ditempat yang sama, Pdt. Willem Itaar, STh Ketua Klasis GKI di Tanah Papua mendukung apa yang telah dilakukan oleh PGGS Kota Jayapura, ini mencermati beberapa hal yang terjadi di Kota belakangan ini.
“Jumlah penduduk di kota ini terus bertambah banyak dan dampak perkembangan negatif yang begitu pesat di Kota ini,” kata Pdt Willem Itaar.