Puluhan Pedagang Apel Aceh Serbu Kalianda
LAMPUNG — Puluhan meja berwarna merah dengan susunan buah bulat sepintas menyerupai jambu berwarna hijau lengkap dengan timbangan yang disiapkan oleh pedagang sontak membuat heran warga kota Kalianda Lampung Selatan.
Pasalnya selain menarik perhatian sebagian warga kota Kalianda belum pernah melihat buah berbentuk bulat menyerupai jambu atau apel hijau tersebut yang dijual di sepanjang Jalan Lintas Sumatera Kalianda sementara disaat bersamaan banjir buah durian dan buah duku Kota Agung masih banyak mewarnai pedagang dadakan di Lampung Selatan.
Menurut Anisa (30) salah satu warga kota Kalianda yang penasaran dengan buah tersebut akhirnya membeli buah bulat berwarna putih kehijauan tersebut yang oleh pedagang disebut dengan apel Aceh atau melon apel yang menyerupai jambu kristal dan buah pir.

Anisa menyebut pernah mendengar tentang buah tersebut meski baru kali ini melihat dan memegang buah yang menyerupai buah apel namun memiliki rasa melon tersebut dengan warna putih kehijauan.
“Saya memang pernah mendengarnya namun baru kali ini buah ini dijual di Kalianda katanya apel Aceh atau disebut melon apel baru coba tadi rasanya tetap seperti melon yang bisa dijadikan es buah sekalian mencoba karena penasaran,” terang Anisa warga Desa Kedaton yang membeli sebanyak satu kilogram buah apel Aceh saat berbincang dengan Cendana News, Jumat sore (14/7/2017).
Anisa menyebut berencana akan membuat es buah dengan menggunakan buah apel Aceh dengan campuran buah lain dengan kondisi cuaca panas yang bisa menghilangkan dahaga dan merasakan buah yang jarang ada di wilayah Lampung Selatan tersebut. Ia juga membeli buah tersebut untuk mengobati rasa penasaran sang anak akan buah yang jarang ada di Kalianda tersebut.
Salah satu pedagang apel Aceh atau melon apel, Ezoardi (18) mengaku sudah berjualan apel Aceh tersebut sejak Ramadan dengan berjualan di beberapa daerah di wilayah Bogor, Serang dan Lampung bersama sekitar 20 orang rekannya yang bekerja menjual buah apel Aceh tersebut.
Ezoardi mengaku selama dua hari berjualan di kota Kalianda banyak warga yang masih penasaran dengan buah apel Aceh tersebut sehingga banyak yang bertanya kepadanya sebelum membeli buah yang dijualnya dengan cara menyusun di atas meja.
“Banyak yang hanya melihat lihat dan bertanya buah yang saya jual dan setelah tahu buah apel melon mereka ada yang tidak jadi beli karena hanya penasaran tapi banyak juga yang membeli”terang Ezoardi.
Ezoardi mengaku harga jual buah apel aceh atau apel melon tersebut diakuinya Rp30.000 perkilogram dengan sebanyak dua buah melon ukuran genggaman orang dewasa dan sebanyak tiga buah ukuran kecil.
Ia menyebut buah tersebut merupakan buah yang berasal dari wilayah Langsa Aceh dan dijual di beberapa daerah dan masih belum dikenal di beberapa daerah meski rasanya persis sama dengan buah melon.
Ia menyebut apel Aceh atau melon apel tersebut ditanam layaknya buah melon yang menjalar layaknya buah melon dan merupakan hasil perkawinan silang antara mentimun dengan melon.
Buah yang bisa dipanen empat bulan sekali tersebut diakuinya banyak ditanam oleh petani sebelum Ramadan dan dijadikan buah segar untuk menu berbuka puasa meski pada hari biasa buah rasa melon tersebut dijual untuk pembuatan es buah.
Sebagai cara menarik konsumen Ezoardi bahkan memamerkan khasiat buah apel aceh yang diakuinya bisa menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi serta penyakit panas dalam dan diabetes.
Selain itu sebagian pembeli yang sudah mengetahui khasiat buah apel aceh tersebut bahkan membeli lebih dari satu kilogram untuk pengobatan. Berjualan apel aceh atau melon apel bisa memperoleh omzet ratusan ribu per hari.
Dirinya mengaku akan berjualan di Kalianda hingga seminggu ke depan sebelum berjualan di tempat lain. Bersama sekitar 20 orang pedagang lain ia mengaku menjual sekitar 1 ton buah tersebut di tepi jalan yang sebagian merupakan warga Aceh.