Perlu Adanya Angkutan Khusus Pelajar di Nabire
NABIRE –– Perlu adanya angkutan khusus seperti bus maupun di Kota Nabire, untuk meminimalisir tingkat kecelakaan serta pelanggar lalu lintas di bawah umur. Sehingga, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Nabire berharap saran ini dapat direalisasi pemerintah setempat.
Munculnya saran ini, setelah dilihat langsung Cendana News di ruas jalan protokol maupun lingkungan sekolah sekitar kota Nabire, banyak pelajar di bawah usia 17 tahun menggunakan sepeda motor saat berangkat maupun pulang sekolah, khususnya pelajar tingkat menengah pertama atau SMP.
Kasat Lantas Polres Nabire, AKP Ramli Sihombing saat dikonfirmasi membenarkan hal ini dan pihaknya sering kali berikan sosialisasi tentang peraturan lalu lintas ke sekolah-sekolah maupun masyarakat secara umum. Sosialisasi ini, lanjutnya dilakukan unit Pendidikan Masyarakat (Dikmas) sebagai corong satuan lalu lintas Polres Nabire.
Standarnya menurut Ramli, anak-anak sekolah usia di bawah 17 tahun tak berhak membawa kendarn roda dua maupun roda empat ke jalan utama. Namun, tak asing apabila ada anak-anak membawa motor maupun mobil dipusat kota bahkan dipedalaman.
“Dijalan utama, jalan lorong, anak kecil sudah membawa motor. Itulah kemajuan saat ini. Tapi himbauan saya agar anak-anak yang mengendarai motor, tetap patuh terhadap rambu-rambu dan aturan lalu lintas,” tuturnya.

“Sama juga di Nabire ini, tak ada angkutan umum untuk anak-anak sekolah. Angkutan bus juga tak ada. Sarana umum di Nabire ini rata-rata ojek. Itulah satu kendala dan harus dipikirkan sama-sama,” ujarnya.
Dirinya berharap setiap sekolah yang ada di Kota Nabire memiliki sarana transportasi bus, dan juga solusi perbanyak sarana angkutan umum bus maupun yang ukuran metro mini. Alhasil, kata Ramli dengan begitu pelanggaran lalu lintas roda dua akan berkurang.
“Banyaknya jasa ojek di Nabire ini, memicu tindak criminal pencurian motor antar kabupaten. Seperti mencuri motor dari Nabire dibawa ke kabupaten lain lalui jalan darat. Sampai saat ini hampir 500-an motor di Polres Nabire kami tahan karena tak miliki surat-surat kendaraan,” katanya.
Dalam kesempatan ini ia menghimbau kepada seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Nabire maupun kabupaten terdekat seperti Dogiyai dan Paniai, segera mengecek motor yang hilang ke mako Polres Nabire dan tak perlu takut untuk datang, jika surat-surat yang bawa sesuai dengan kendaraannya.