Paslon Bupati Wabup Harus Redakan Pertikaian Mulia

PUNCAK JAYA — Aparat keamanan meminta pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati menenangkan massanya agar konflik di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya tak berkepanjangan dan memakan korban yang lebih banyak. Hal ini ditegaskan Komandan Korem 173 Praja Vira Braja Brigjen TNI I Nyoman Cantiasa, Senin (3/7/2017).

Menurutnya telah dilakukan langkah-langkah dari pihak TNI bersama Polri seperti menenangkan masyarakat yang bertikai, lantaran masih dalam proses di Mahkamah Konstitusi (MK) dan telah membuat pernyataan damai serta zona netral hingga patok batas wilayah massa pendukung setiap pasangan calon.

“Hari ini ada indikasi mau konflik lagi, makanya saya perintahkan Dandim segera menelepon para paslon yang saat ini di Jakarta, agar segera menenangkan massanya. Kasihan masyarakat juga trauma. Kami imbau jangan lagi ada bakar-bakar karena kita yang rugi sendiri,” kata Brigjen TNI I Nyoman Cantiasa yang terus memantau pertikaian itu sejak awal Minggu (2/7/2017) kemarin.

Danrem 173 PVB, Brigjen TNI I Nyoman Cantiasa [Foto Indrayadi T Hatta]
Pihaknya bersama-sama aparat kepolisian terus menggelar patroli dalam kurun waktu kurang lebih setiap dua jam, guna memberikan jaminan keamanan ada untuk masyarakat. Ia berharap paslon-paslon yang masih di luar Kabupaten Puncak Jaya segera pulang dan mengimbau massa pendukungnya.

“Jangan sampai ada orang ketiga masuk, nanti malah kacau. Ini kan masyarakat kita juga, jadi memang menghadapi masyarakat sendiri itu lebih berat dibanding menghadapi musuh, jadi kita agak sabar sedikitlah. Apalagi tradisi disini (Puncak Jaya) kan begini,” ujarnya.

Hingga saat ini, aparat TNI Polri terus menenangkan setiap kubu massa yang mendukung masing-masing paslon mereka agar konflik tak meluas. Dari pantauan media ini, yang terbakar berjumlah sekitar 19 rumah, 5 unit motor dan tersiar kabar ada satu warga meninggal dunia serta kurang lebih lima orang alami luka-luka akibat pertikaian tersebut.

Pertikaian antar massa pendukung ini diduga saling mengklaim sebagai pemenang pilkada Kabupaten Puncak Jaya. Sementara proses persoalan hasil pemungutan suara Pilkada sedang ditangani MK.

Sebelumnya sekitar pukul 06.35 WIT, 30-an massa dari salah satu pendukung paslon berkumpul di perbukitan kota mulia dan bersiap-siap melakukan perlawanan ke kubu paslon lainnya. Dampak dari itulah, sejumlah pertokoan maupun kios memilih tak membuka usahanya, sementara beberapa warga memilih mengungsi dari rumah ke tempat yang lebih aman.

Lihat juga...