Musim Panen Kelapa di Lampung, Pasokan Bahan Kopra Melimpah

LAMPUNG — Sejumlah petani pemilik kebun kelapa di wilayah Kecamatan Palas dan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, mulai panen buah kelapa sebagai bahan pembuatan kopra, untuk kemudian digunakan sebagai bahan membuat minyak goreng.

Wisnu dan kawan kawannya bekerja membuat kopra. -Foto: Henk Widi

Ihsan, salah satu pemilik kebun kelapa di Dusun Kayu Ubi, Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan, mengungkapkan pada masa panen kelapa bulan Juli ini ia berhasil memanen 2.000 butir kelapa dari sekitar 200 batang kelapa yang ditanam di kebunnya. Ia menyebut, memiliki sebanyak 500 batang kelapa yang sebagian sudah dipanen pada pertengahan bulan Juni, sebagian dijual dalam bentuk kelapa utuh.

Menurut Ihsan, produktivitas buah kelapa yang meningkat pada bulan Juli, membuat bisnis kopra tetap berjalan, meski proses pembuatan kopra merupakan hasil sortiran buah kelapa grade tiga yang tidak dijual dalam bentuk kelapa utuh. Proses penyortiran atau pemilihan kelapa yang dikumpulkan di gudang, mencapai 60.000 yang dipisahkan dalam ukuran grade besar, sedang untuk dijual di pasar Jakarta dan Serang. Sementara, grade kecil dipecah sebagai bahan baku pembuatan kopra yang dijual di pabrik minyak goreng di Panjang.

“Setelah dilakukan penyortiran kelapa yang ada di gudang, akan dipisahkan dalam gudang khusus yang masuk standar dijual untuk bumbu dapur dijual per biji dan untuk kopra yang dikeringkan dijual per kilogram,” terang Ihsan, saat ditemui Cendana News di kebun miliknya, Senin (10/7/2017).

Produktivitas kelapa yang cukup tinggi, diakui Ihsan tak lantas membuat harga kelapa butiran meningkat, bahkan cenderung turun pada bulan Juli dengan harga per butir untuk grade besar sebesar Rp3. 000- dan Rp2.000 untuk ukuran sedang di tingkat petani. Harga tersebut terbilang rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

Saat bulan Ramadan, mencapai harga Rp4.000 hingga Rp5.000 per butir. Ia menyebut sedikit terbantu dengan penjualan kopra dan sisa limbah berupa air kelapa dan batok yang masih bisa dijual untuk pembuatan nata de coco dan arang kelapa.

Harga kopra yang sempat menembus angka Rp11.000 per kilogram di tingkat petani, pada bulan ini hanya Rp8.500, diprediksi karena melimpahnya produktivitas kelapa di Lampung. Meningkatnya hasil buah kelapa bahkan mendorong sebagian pemilik tanaman kelapa menjual dalam bentuk janjangan kelapa muda yang dikirim saat bulan Ramadan dengan harga per butir mencapai Rp5.000 di tingkat petani.

“Penjualan kelapa muda dominan saat bulan Ramadan saja, karena kalau kelapa diambil buah dalam kondisi muda akan mengurangi hasil kelapa tua jadi tidak sering dipetik muda”, tegas Ihsan.

Sebanyak 60.000 hingga 100.000 butir kelapa berbagai ukuran dikumpulkannya. Sebagian diolah menjadi kopra dengan dibantu oleh beberapa pekerja termasuk warga sekitar yang masih duduk di bangku SD dan SMP, sebagai buruh pencungkil kopra yang akan dijemur.

Melimpahnya hasil kelapa yang sebagian dibuat menjadi kopra menjadi berkah bagi Wisnu, salah satu anak usia sekolah dasar bersama dua rekannya, Amin dan Rio, yang memanfaatkan waktu liburan sekolah membantu mencungkil kelapa untuk dibuat kopra.

Wisnu mengaku bekerja mencungkil kelapa dengan sistem borongan bersama dua rekannya, menyesuaikan jumlah butir kelapa yang harus dicungkil. Wisnu menyebut, untuk 100 butir kelapa, ia mendapat upah sebesar Rp100.000 yang dibagi untuk tiga orang yang bekerja dengan sistem borongan hingga selesai.

Selama liburan sekolah, Wisnu mengaku sudah berhasil mengantongi uang Rp300.000 lebih dari bekerja membantu mencungkil kelapa bahan baku kopra. “Biasanya membantu ayah di sawah, tapi belum panen sehingga saya memilih bekerja mencari tambahan penghasilan untuk membeli buku dan keperluan sekolah”, terang Wisnu, yang tahun ajaran baru ini masuk jenjang SMP.

Bersama dua teman sebayanya, ia mengungkapkan usaha kopra yang ada di desanya tersebut bisa menjadi pekerjaan sampingan, meski dirinya masih duduk di bangku sekolah. Setelah menyelesaikan pekerjaan menyungkil kelapa bahan kopra, layaknya anak-anak lain ia pun kerap masih bermain bola setelah menyelesaikan pekerjaannya pada sore hari.

Lihat juga...