Menteri Yohana: Sulut Tertinggi Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
MANADO — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2PA), Yohana Yembise, menyebutkan Sulawesi Utara (Sulut) tertinggi kasus kekerasan perempuan dan anak. Hal ini dikatakan Yohana saat menghadiri Rakornis Indonesia Timur tentang Kekerasan Perempuan dan anak serta Perdagangan orang.
Menurut Yohana, Sulut tertinggi kasus kekerasan perempuan dan anak disebabkan faktor kemiskinan dan gaya hidup yang tinggi. Meski sudah melibatkan semua pihak untuk melakukan pencegahan kekerasan perempuan dan anak dari para Kepala Dinas di Kabupaten/Kota di wilayah Indonesia Timur, serta peran dari pihak Kepolisian, namun kasus kekerasan perempuan dan anak serta perdagangan orang masih saja terjadi, bahkan sudah masuk dengan modus-modus baru.
“Sulut masuk urutan ketiga untuk para pemimpin perempuan, setelah Provinsi DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta, dan ini harus dipertahankan, jika perlu di tambah, karena peran mereka bisa membantu dalam pencegahan dan pengurangan kasus kekerasan perempuan dan anak di daerah, karena para perempuan bisa termotivasi”, terang Yohana di Manado.
Menteri Yohana menjelaskan, dirinya telah meminta tambahan dana kepada Pemerintah, melalui Presiden Jokowi dan dana itu telah digunakan untuk membeli kendaraan dan telah disalurkan ke Kabupaten/kota untuk membantu Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam menjalankan tugas, terutama untuk menunjang kegiatan dan mendampingi korban kasus kekerasan perempuan dan anak.
“Saya juga telah mengusulkan tambahan dana lagi, dan jika disetujui saya akan membelikan speed boat dan akan disalurkan ke wilayah Kepulauan untuk membantu masyarakat di daerah terpencil”, terang Yohana.
Yohana juga menambahkan, dengan adanya kegiatan ini yang akan di gelar hingga 10 Juli 2017, diharapkan ke depan bisa mengurangi angka kasus kekerasan perempuan, khususnya di wilayah Indonesia Timur.