Listrik tak Lagi Jadi Kendala Bagi Investor di Ternate
TERNATE – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ternate, Maluku Utara, menyatakan pengembangan industri berskala besar di daerah itu tak lagi terkendala keterbatasan energi listrik, karena PT PLN terus meningkatkan kapasitas produksi listriknya.
“Investor yang ingin membangun industri berskala besar di Ternate selama ini selalu terkendala dengan terbatasnya kapasitas listrik yang dimiliki PLN setempat, kendala itu sudah bisa diatasi hingga 5-10 tahun ke depan,” kata Kepala Disperindag Kota Ternate Nuryadin Abdurrahman di Ternate, Senin (10/7/2017).
PLN Ternate saat ini tengah membangun pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) berkapasitas 70 MW, yang pada tahap pertama akan dioperasikan 30 MW. Jumlah itu diperkirakan sudah bisa memenuhi kebutuhan listrik untuk industri berskala besar, karena ditopang pula dengan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Rum Tidore berkapasitas 14 MW.
Karena itu, kata Nuryadin, para investor yang sebelumnya berencana membangun industri dalam skala besar di Ternate, seperti industri pengolahan ikan diharapkan segera merealisasikan pembangunan industrinya di daerah itu.
Pemkot Ternate telah pula menyiapkan berbagai kebijakan untuk membantu para investor dalam merealisasikan pembangunan industrinya di Ternate, seperti kemudahan perizinan dan penyiapan kawasan untuk lokasi pembangunan industri, terutama di wilayah Ternate Selatan.
Menurut Nuryadin, Pemkot Ternate juga terus membenahi berbagai infrastruktur penunjang, seperti pembangunan akses jalan ke kawasan yang menjadi lokasi pembangunan industri, pelabuhan serta mengupayakan adanya pesawat kargo yang masuk di Bandara Babullah Ternate untuk memudahkan para investor memasarkan produknya.
Industri skala besar yang sangat potensial dibangun di Ternate, selain pengolahan hasil perikanan, juga pengolahan hasil perkebunan, seperti pala, cengkih dan kelapa, yang bahan bakunya dapat diperoleh dari Ternate serta dari kabupaten/kota lainnya di Malut.
Ia menambahkan, wilayah Ternate yang berada di dekat bibir Samudera Pasifik akan memberi kemudahan kepada para investor yang membangun industri di daerah itu, ketika akan memasarkan produknya ke negara-negara wilayah Pasifik, seperti Filipina, Jepang, Korea Selatan dan Tiongkok. (Ant)