Harga Mahal, Tiga Jenis Burung jadi Buruan

MATARAM – Kepala Seksi Wilayah Satu Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Padli, mengatakan, sejumlah jenis burung di NTB banyak jadi buruan, karena memiliki harga mahal kalau dijual.
“Kepodang termasuk jenis burung yang paling banyak diburu masyarakat, karena disamping harganya mahal, Kepodang juga termasuk jenis burung dengan warna bulu cukup indah,” kata Padli di Mataram, Jumat (7/7/2017).
Padli mengatakan, satu ekor burung Kepodang dijual dengan harga Rp250 ribu, itu baru di pengepul, belum nanti kalau dijual kembali oleh pihak pengepul, harganya bisa lebih mahal.
Dikatakan, selain Kepodang, jenis burung yang banyak diburu dan diperjualbelikan masyarakat adalah burung Punglor Macan dan  Apung Tanah, dengan harga Rp150 ribu per ekor. Termasuk jenis burung lain seperti Gelatik.
“Upaya hukum maupun edukasi terhadap masyarakat terus dilakukan kepada masyarakat untuk mencegah upaya penangkapan dan penjualan berbagai jenis burung yang ada. Karena kalau langkah tersebut tidak dilakukan, bukan tidak mungkin akan punah dan hanya akan jadi kenangan,” katanya.
Berdasarkan data BKSDA NTB, selama tahun 2016 saja, BKSDA tercatat telah melakukan penangkapan berbagai jenis binatang satwa sebanyak sembilan kali. Terdiri dari burung, penyu, lobster dan koral dengan jumlah 3.000 ekor. Sementara pada 2017, penangkapan dilakukan baru tiga kali.
Lihat juga...