Evaluasi Arus Mudik, Empat Kecelakaan Ringan Terjadi di Tol Soker

SOLO — Arus mudik lebaran 2017 selesai dengan ditandai berakhirnya arus balik pada H+7 kemarin. Sejumlah pihak pun melakukan evaluasi, salah satunya PT. Solo Ngawi Jaya (SNJ), sebagai pengelola jalan tol Solo–Kertosono (Soker), yang memberikan kesempatan bagi pemudik menggunakan jalur alternatif selama lebaran.

Direktur Teknik PT SNJ, Thorry Hendrarto menjelaskan, ada sejumlah catatan, khususnya yang melintas jalan tol Soker, mulai dari Ngasem, Colomadu, Karanganyar, hingga Widodaren, Ngawi, Jawa Timur. Salah satunya adalah adanya kejadian kecelakaan lalulintas yang melibatkan pemudik, baik saat arus mudik maupun balik lebaran.

“Setidaknya ada empat kecelakaan yang kami catat selama musim lebaran  ini. Namun tidak ada korban hingga meninggal dunia, maupun luka berat,” ucap Thorry kepada Cendana News, Kamis (5/7/2017).

Empat kecelakaan yang terjadi di tol Soker, menurut dia masih dalam katogeri ringan. Sebab, dari seluruh kejadian, pengemudi tidak ada yang mengalami luka-luka yang serius. Tak hanya itu, tingkat kerusakan kendaraan juga tidak terlalu parah, yakni hanya mengalami lecet pada bagian mobil.

Disebutkan, empat kecelakaan itu di antaranya pecah ban, pengemudi mengantuk, tidak mentaati rambu lalulintas, serta menerobos jam operasional jalan tol Soker.

“Dari keempat kecelakaan itu, kendaraan tidak sampai terperosok ke sawah maupun terbalik untuk yang pecah ban. Semuanya hanya selib ban di pinggir tol. Kita berikan mobil derek dan antarkan ke bengkel terdekat,” ulasnya.

Direktur Teknik PT SNJ, Thorry Hendrarto. [Foto : Harun Alrosid]
Menurut Thorry, kecelakaan yang terjadi di tol Soker selama musim lebaran tahun ini sebagian besar akibat kelalaian pengemudi. Sebab, dari sejumlah kejadian, hanya pecah ban yang menjadi penyebab tak terduga kecelakaan.

“Kalau yang menerobos, sebenarnya kita sudah tutup. Kejadian lebih dari jam 7 malam, ada pengemudi yang nekad masuk jalur tol dan akibatnya terperosok ke pinggi jalur. Beruntung tidak ada korban,” imbuh dia.

Selaian kecelakaan, pihak pengelola juga melihat adanya kenaikan yang cukup signifikan dari jumlah kendaraan yang melintas, jika dibanding dengan lebaran 2016 lalu. Dari puncak arus mudik dan balik lebaran, untuk 2017 ini meningkat sekitar 300 persen. Misalnya, dari puncak arus mudik  maupun balik tahun lalu adalah 3.000 kendaraan, untuk tahun ini puncak arus mudik dan balik tembus ke angka 9.000 kendaraan.

“Jadi ada kenaikan sekitar tiga kali lipat. Ini karena pintu masuk tol yang kita buka juga lebih banyak. Kalau dulu hanya melalui Klodran, tahun ini kita tambah di Ngasem,” tandasnya.

Berakhirnya  musim lebaran tahun ini juga ditandai dengan ditutupnya kembali jalur tol Soker yang digunakan untuk arus mudik dan balik. Pengerjaan jalan tol pun telah kembali normal, dan resmi dimulai pada Selasa, 3 Juli 2017 kemarin.

“Hari ini kita sudah aktif lagi, seluruh pekerja mulai melanjutkan pembangunan yang sempat istirahat selama dua pekan,” pungkas Thorry.

 

Lihat juga...