Evakuasi Bus Terguling, Jalinsum Bakauheni Macet

LAMPUNG — Arus lalu lintas di Jalan Lintas Sumatera Dusun Gubuk Seng Desa Hatta macet akibat proses evakuasi bus PO Arya Prima bernomor polisi B 7027 IG yang terguling di tanjakan Jalan Lintas Sumatera Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan.

Proses evakuasi menggunakan crane untuk mengangkat bus tersebut mengakibatkan kendaraan dari arah Pelabuhan Bakauheni menuju ke Kalianda dan sebaliknya macet dari dua arah selama hampir lebih dari 45 menit menunggu proses pengangkatan badan bus yang terguling tersebut.

Menurut Sobri,salah satu pengurus jasa penyeberangan kejadian bus PO Arya Prima yang terguling tersebut terjadi pagi ini saat terjadi antrian di ruas jalan tersebut.  Bus sempat mengerem mendadak menghindari tabrakan dengan kendaraan di depannya.

Namun sayangnya saat dilakukan pengereman dan bus berhenti di bahu jalan tiba tiba bus terguling ke kiri jalan dengan kondisi pondasi bahu jalan longsor akibat tak kuat menahan beban bus.

“Jadi bus terperosok ke bagian kiri setelah menghindari tabrakan dengan kendaraan di depannya selanjutnya justru bus oleng ke bahu kiri jalan dan terperosok,” terang Sobri, Kamis (13/7/2017)

Beruntung akibat Bus PO Arya Prima berpenumpang puluhan orang asal Sumatera tujuan Pulau Jawa yang terguling tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Sebagian penumpang hanya mengalami luka luka lecet pada bagian badan dan langsung dievakuasi ke Puskesmas Bakauheni untuk.

Penumpang yang tidak terluka  langsung dibawa ke Rumah Makan Krakatau untuk menunggu bus pengganti yang akan membawa ke sejumlah kota tujuan di antaranya Jakarta dan Bandung.

Brigadir Polisi Tata dari satuan polisi lalu lintas Polres Lamsel yang bertugas di pos polisi pintu keluar Pelabuhan Bakauheni yang berada di lokasi kejadian menyebut bus naas tersebut nyaris terguling ke jurang, jika tidak ada beberapa pohon penahan bus tersebut.  Proses evakuasi segera dilakukan untuk mengantisipasi hal hal tak diinginkan dan bus dibawa ke lokasi yang aman untuk dilakukan perbaikan.

“Memang sempat terjadi kemacetan selama proses evakuasi karena kendaraan crane pengangkat bus yang terguling memakan badan jalan, ” terang Brigadir Polisi Tata.

Dua personil polisi lalu lintas dibantu beberapa pengurus bahkan langsung melakukan pengaturan lalu lintas di ruas jalan nasional tersebut menghindari kemacetan lebih panjang bersamaan dengan proses bongkaran muatan kapal.

Kondisi ruas Jalan Lintas Sumatera di Dusun Gubuk Seng diakuinya menjadi satu titik rawan kecelakaan karena berada di turunan dan tanjakan.

Meski demikian ia menyebut sebagian pembatas jalan yang ada di kanan dan kiri bahu jalan sebagian sudah rusak dan tidak terpasang. Selain itu dari pemeriksaan pengereman tidak ditemukan tanda tanda rem blong dan kondisi pondasi bahu jalan yang labil menjadi penyebab tidak bisa menahan beban bus yang akhirnya terguling.

“Masih kita lakukan pemeriksaan terhadap pengemudi terkait kronologis kejadian dan fokus kita sekarang evakuasi bus agar tidak terjatuh ke jurang jika mengalami longsor,” ungkap Tata.

Lalu lintas kembali normal setelah crane pengangkat bus berhasil mengangkat badan bus dari lokasi perkebunan warga yang berada di sisi jalan dan bus langsung dievakuasi ke lokasi yang aman untuk menjalani perbaikan.

Terkait kondisi dan nasib penumpang pihak pengurus PO Arya Prima pun tengah mencari bus pengganti dan menanggung biaya pengobatan penumpang yang mengalami luka luka.

Kemacetan selama proses evakuasi [Foto: Henk Widi]
Lihat juga...