Dulang Emas untuk Penuhi Kebutuhan Keluarga

NABIRE — Masyarakat kampung Nifasi, Distrrik Makimi, Kabupaten Nabire sebagian besar mencari hidup dengan mendulang tanah dikali Mosario untuk mendapatkan emas yang nantinya mereka jual ke pusat Kota Nabire, Papua. Berikut ulasannya yang dihimpun Cendana News.

Antoni Erari mengaku keluarga membiayai hidup dari hasil sebagai nelayan. Ia bersyukur hasil dari itu dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, dirinya tak patah arang guna mengais rejeki, ia pun tak jarang mencari emas di kali mosairo.

“Tapi kami agak susah kalau langsung ambil dari kali secara manual. Perusahaan tambang permudah kami dengan memberikan pasir hitam yang nantinya tinggal kami oleh sedikit agar emasnya cepat kami dapat,” kata Antoni, Minggu (9/7/2017).

Kekayaan berupa emas di kali Mosairo, didalamnya terdapat salah satu pemilik hak ulayat sesepuh kampung Nifasi itu menjadi peluang bagi perusahaan PT Kristalin Eka Lestari (KEL) berinvestasi untuk melakukan pekerjaan tambang emas.

Sejauh ini, masyarakat terus diberikan keleluasaan untuk melakukan aktifitas mendulang emas diwilayah tambang yang dikerjakan PT KEL. Terlepas dari perusahaan lainnya yang juga menggarap di sekitar kali Mosairo itu, menjadi perhatian khusus dari masyarakat. Pasalnya tak jarang masyarakat diusir apabila lakukan pendulangan dilokasi perusahaan diluar dari PT KEL.

Emas yang didapat sejak pagi hingga sore dengan cara mendulang manual, di Kali Mosairo, Nabire, Papua (Foto: Indrayadi T Hatta)

“Saya bingung, kenapa kami mau mendulang saja di tanah milik kami, malah diusir. Memang ada dua perusahaan disini. Tapi hanya Kristalin (PT. KEL) yang meringankan kami dengan bebas mendulang di areal tambang mereka,” ditegaskan Antoni.

Ia bekerja mendulang emas untuk menambah pemasukan bagi keluarga dengan membantu suaminya yang mencari nafkah sebagai nelayan. “Kami mama-mama hanya ingin mencari uang garam dan vetsin dengan mendulang di tanah kami. Hanya perusahaan PT KEL yang bisa mengerti situasi kami. Tuhan akan sayang mereka karena baik kepada kami semua,” ujarnya.

Dirinya setiap mendulang di kali Mosairo dapat membawa pulang 5 kaca hingga 1 gram emas berupa serbuk maupun dalam bentuk seperti biji cabe. “Mama kalau dulang bawa pulang bisa sampai satu gram. Puji Tuhan mama kan bisa bisa beli sayur atau buat anak-anak sekolah,” tuturnya.

Maria Erari selaku Tokoh Perempuan di Kampung Nifasi (Foto: Indrayadi T Hatta)

Hal senada juga dilontarkan Maria Erari selaku Tokoh Perempuan di Kampung Nifasi. Menurutnya pihak perusahaan PT KEL yang memberikan bantuan tanpa membeda-bedakan golongan di masyarakat, secara khusus di Kampung Nifasi dan Makimi.

“Harapan saya, apabila ada masalaha haruss duduk bersama dan dimusyarahkan, agar perusahaan yang bekerja merasa nyaman, sehingga dapat mensejahterakan masyarakat yang ada di Kampung Nifasi, begitu juga di Kampung Makimi,” kata Maria.

Sementara, Bupati Kabupaten Nabire Isaias Douw mengatakan masyarakat di sekitaran areal tambang kali Mosairo tak ada yang perlu dicemaskan, lantaran sejauh ini mereka saling merangkul satu sama lain untuk mencapai kehidupan yang sejahtera.

Bupati Nabire, Isaias Douw (Foto: Indrayadi T Hatta)

“Dari kesepakatan masyarakat adat, walaupun berbeda pendapat mendukung perusahaan tambang. Tapi masyarakat ini bersatu, hanya orang-orang diluar sana yang membuat isu yang tak benar sehingga setiap ada masalah, masyarakat yang jadi korban,” ditegaskan Bupati Nabire.

Sekedar diketahui, PT Kristalin Eka Lestari dengan bukti nyatanya telah memberikan bantuan berupa uang tunai, dana pendidikan, kesehatan, keagamaan, adat yang kesemuaya ini masuk dala 10 persen bagi hasil dari perusahaan ke masyarakat Nifasi maupun Makimi. Tak hanya itu, perusahaan juga telah berikan beasiswa bagi anak sekolah dan pembangunan rumah serta bantuan renofasi rumah dan gereja dikampug Nifasi.

Lihat juga...