Uang Rp5.OOO Emisi 2016 di Sumut Menipis

MEDAN — Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara memperbanyak pengeluaran uang pecahan Rp5.000 emisi 2001 menyusul menipisnya persediaan uang Rp5.000 emisi 2016.

“Permintaan uang Rp5.000 emisi 2016 sangat banyak. Jadi stoknya tinggal sedikit. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, kami menggelontorkan uang Rp5.000 emisi 2001,” ujar Kepala BI Perwakilan Sumut, Arief Budi Santoso di Medan, Senin.

Dia mengatakan hal itu di sela memantau penukaran uang di Lapangan Benteng, Medan. Selain uang Rp5.000, pecahan Rp10.000 dan Rp2.000 juga diminati.

Arief menjelaskan, sejak penukaran uang dimulai 29 Mei, penukaran uang pecahan kecil hingga 16 Juni sudah mencapai Rp25,94 miliar.

Total penukaran itu masing-masing di Lapangan Benteng sebanyak Rp22,94 miliar dengan 11.626 orang penukar.

Kemudian di delapan pasar tradisional sebanyak Rp1,666 miliar, penukaran di instansi Rp694, 300 juta dan website Rp340 juta dengan 66 penukar.

Adapun penarikan uang dari bank umum ke BI juga cukup tinggi atau Rp3,3 triliun. Penukaran uang pecahan kecil untuk Lebaran itu akan dilangsungkan hingga tanggal 22 Juni.

Pada Lebaran tahun ini, BI memprediksi penukaran uang pecahan kecil sebesar Rp4,3 triliun. Selain di Lapangan Benteng dan layanan kas keliling, BI bekerja sama dengan 17 bank juga melayani penukaran uang dengan total 76 loket.

Ke–17 bank itu adalah Bank Mestika, BCA, Mandiri, Bank Sumut, BNI, Mega, BTN, BRI, Permata, OCBC NISP, Danamon, CIMB Niaga, Mandiri Syariah, BRI Syariah, BNI Syariah, Maybank dan Muamalat. (Ant/Foto:Dokumentasi CDN)

Lihat juga...