Penuhi Kebutuhan Pengairan, Petani Gali Sumur Bor

LOMBOK – Untuk mencukupi kebutuhan pengairan lahan pertanian yang dimiliki, khususnya di musim kemarau, sebagian petani lahan tadah hujan di Pulau Lombok memilih membuat atau menggali sumur bor.
Mengingat keberadaan embung kecil yang dimiliki tidak mencukupi kebutuhan pengairan tanaman yang dimiliki, dimana antara luas areal tanam yang dimiliki tidak sebanding dengan ketersediaan air yang ada.
“Kalau mau mengandalkan air embung maupun air sungai yang ada, sangat susah. Di samping debit air saat musim kemarau kecil yang menggunakan juga banyak,” kata Masnun, petani tembakau di Kabupaten Lombok Tengah kepada Cendana News, Kamis (29/6/2017).
Kalau masalah pengairan tanaman yang dimiliki, hanya mengandalkan dari air embung dan sungai yang ada, tanaman pun susah bisa besar, karena ketersediaan air tidak mencukupi. Maka, petani melakukan pengeboran.
Menurut Masnun, dengan memiliki sumur bor, disamping kebutuhan air bisa terpenuhi, ia juga bisa menanam jenis tanaman apa saja selama musim kemarau, tanpa harus terkendala air.
Abdul Khalik, karyawan mesin bor air tanah di Desa Banyu Urip mengatakan, jasa pembuatan sumur bor belakangan memang banyak diminati petani untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian, khususnya petani yang memiliki lahan tadah hujan.
Ia mengaku dalam satu tahun dirinya bersama dua teman karyawan lain banyak mendapatkan jasa pembuatan sumur bor dari petani, baik perorangan maupun kelompok.
“Kalau setahun, kami bisa melayani jasa pembuatan sumur bor air antara 15 sampai 30 unit, baik perorangan maupun kelompok, dengan harga bervariasi, mulai 13 sampai 30 juta per unit, tergantung lokasi pengeboran,” tutupnya.
Lihat juga...