LPMK dan PKK Sumbersari, Pionir Peduli Kaum Dhuafa
MALANG — Sebanyak 130 bingkisan sembako dibagikan oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) dan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Sumbersari kepada kaum Dhuafa di daerahnya. Kegiatan positif tersebut diharapkan bisa menjadi pioner dan dicontoh oleh kelurahan lain yang ada di Kota Malang.
“Kegiatan ini merupakan sebuah motivasi yang baik dan harus dicontoh oleh kelurahan lain. Karena Tim Penggerak PKK dan LPMK Kelurahan Sumbersari mau berupaya ikut dalam membahagiakan masyarakat terutama kaum Dhuafa yang ada di daerah mereka,” jelas Wali Kota Malang, Mochammad Anton, saat menghadiri acara tersebut di aula kelurahan Sumbersari, Kamis (22/6/2017).
Lebih lanjut pria yang akrab disapa Abah Anton tersebut mengaku bahwa baru di Kelurahan Sumbersari yang mengadakan kegiatan seperti ini. Diharapkan segera bisa menjadi percontohan bagi kelurahan lain agar lebih peduli dan mau berbagi dengan Dhuafa.
Menurut Abah Anton, pemerintah Kota Malang sangat mendukung kegiatan positif yang dilakukan oleh PKK dan LPMK Kelurahan Sumbersari.

“Terus terang selama ini belum ada kelurahan lain yang mengadakan kegiatan seperti ini. Saya sangat berharap kegiatan ini bisa menjadi pioner yang kemudian bisa ditularkan ke kelurahan,” harapnya.
Sementara itu Ketua LPMK kelurahan Sumbersari, Sugeng Santoso, mengaku, bahwa santunan untuk kaum Dhuafa sebenarnya sudah sering dan hampir setiap tahun dilakukan oleh pengurus LPMK Sumbersari. Bedanya, tahun ini ada tambahan bantuan dari ibu-ibu PKK Sumbersari.
“Santunan yang diberikan yakni sembako berupa minyak goreng, gula pasir dan mie instan. Yang jika ditotal dalam satu paket sembako bernilai 100 ribu rupiah,” terangnya.
Santunan tersebut kemudian dibagikan kepada 130 kaum dhuafa yang berasal dari empat RW yang berada di Sumbersari, yakni RW 1, 2, 3 dan RW 5 serta sebagian warga RW 6 dan 7. Empat RW tersebut dipilih karena warganya dipandang sangat membutuhkan bantuan, sedangkan RW yang lainnya sudah mampu.

Disebutkan Sugeng, dana yang digunakan untuk santunan kaum dhuafa berasal dari dana gotong royong dari anggota LPMK. Sedangkan dana yang dibagikan oleh ibu-ibu PKK berasal dari dana gotong royong yang terkumpul melalui kegiatan Safari Tadarus di masing-masing RW.
“Jadi ibu-ibu PKK Sumbersari ini selama bulan Ramadhan memiliki kegiatan Safari Tadarus. Setiap ada tadarus pasti ada himpunan dana infak yang kemudian dikumpulkan untuk dibagikan ke kaum dhuafa,” terangnya.
Ia menegaskan agar kegiatan ini bisa dilanggengkan dan dapat ditiru oleh LPMK dan PKK lain di 57 kelurahan se-Kota Malang.